Keluarga mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dikabarkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab dengan metode RT PCR, Rabu (5/8/2020). Informasi ini diperoleh dari postingan akun Facebook Irwandi TeungkuAgam Yusuf tiga jam yang lalu, postigan ini sudah dibagikan sebanyak 46 kali saat dilihat oleh tim redaksi acehimage.com dengan puluhan komentar. Namun, direktur RSUDZA Azharuddin yang dikonfirmasi oleh acehimage.com via pesan WhatsApp mengatakan hasil swab keluarga mantan Gubernur Aceh ini baru keluar sore nanti. "Nanti sore mungkin baru akan keluar hasilnya,"kata Azharuddin.

Kerjasama Derektorat PKLK

SMAN 1 Tanah Jambo Aye Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif Bagi Guru

BULKHAINISosialisasi dan workshop kepada puluhan Guru di aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.
A A A

ACEH UTARA - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara T Aznal Azhri SSTP MSi melalui Kasubag TU Subriariadi SPd membuka sosialisasi dan workshop kepada puluhan Guru di aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Selasa (22/10).

Sosialisasi dan workshop itu dengan tema "Peningkatan Kualitas Guru Disekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif".

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara T Aznal Azhri, S.
STP MSi melalui Kasubag TU Subriariadi SPd mengatakan kegiatan ini untuk program sekolah inklusif.

"Sekolah inklusif yang dimaksud sekolah reguler atau sekolah Luar biasa yang didalamnya terdapat siswa - siswa yang memiliki kebutuhan khusus seperti ABK," kata Ari.

ABK yang di masksud seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan.

"Siswa - siswa tergolong khusus ini secara otomatis perlakuannya harus khusus. Karena kita tidak memiliki sekolah yang dibuka khusus bagi siswa ABK tersebut, maka ini program pemerintah harus kita laksanakan dan ini telah tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31," ujar Ari.

Dikatakan Ari, di Aceh Utara ada Lima Sekolah Luar Biasa (SLB) dan ke lima sekolah tersebut berada di wilayah tengah dan barat, sedangkan di wilayah Timur Aceh Utara tidak ada sekolah tersebut mungkin ini jadi kendala. Dan diharapkan kepada pemerintah agar ada sekolah SLB di wilayah Timur Aceh Utara untuk kedepannya.

"Mungkin ini juga yang menjadi pertimbangan dari pihak Kemendikbud RI untuk memberikan program khusus ini kepada SMAN 1 Tanah Jambo Aye yang terletak di wilayah Timur Aceh Utara," katanya.

Ari mengharapkan, guru - guru yang telah terlibat dalam program sosialisasi sekolah inklusi ini, ilmu - ilmu mereka bisa diterapkan untuk melayani secara khusus siswa - siswa kebutuhan khusus tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tanah Jambo Aye Mawardi MPd Kepada acehimage.com mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama Derektorat PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Kemendikbud RI dengan SMAN 1 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Dan acara berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 - 24 Oktober 2019.

"Peserta yang mengikuti acara sosialisasi dan workshop ini terdiri dari Kepala Sekolah dan Dewan Guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap sekolah mengirim empat peserta," ujar Mawardi.

Mawardi mengharapkan kepada peserta yang mengikuti sosialisasi ini mempu menjalankan kepada sekolah masing-masing.

Pemateri sosialisasi dan workshop program sekolah inklusif yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Mohammad Arif Taboer MPd kepada media ini mengatakan, kegiatan ini merupakan konsep pendidikan inklusif, jadi kedepannya salah satu indikator dari sekolah yang berkualitas bergamnya peserta didik jadi berbicara konsep sekolah inklusif ini, bagaimana peserta didik ini semuanya dengan keberagamannya bisa diterima di sekolah.

"Kita akan berbicara hal ini dengan konsep kedepannya, tidak ada lagi sekolah itu institusi yang dipilih oleh masyarakat, untuk generasi selanjutnya dididik disana," ujarnya.

Kegiatan ini suatu pemerataan pendidikan untuk anak dan melihat bagaimana pendidikan itu bisa melayani semua anak dan intinya sebenarnya disitu.

"Sekolah bisa melihat bagaimana memperhatikan peserta didik, dan jangan melihat peserta didik itu semua seragam dan di sekolah ada peserta didik itu beragam dan tidak semua seragam, misalnya ada yang IQ tinggi, ada yang IQ sedang, dan ada IQ nya rendah. Di situ kita harus bisa melihat kemampuan - kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik tersebut, sebenarnya pendidikan inklusif dimulai dari situ," Pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...