Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

SMAN 1 Dewantara Gelar Workshop Karya Penulisan Bagi Guru

SAID AQILPelatihan karya tulis
A A A

ACEH UTARA - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Dewantara Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melaksanakan workshop karya tulis bagi guru. Selasa (2/02/21)

Kegiatan tersebut berlangsung mulai 1 hingga 12 Februari 2021 dan diikuti sebanyak 43 dewan guru. Dimana  untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam menyusun buku ajar. Buku ini nantinya akan diterbitkan.

Pelatihan karya tulis ini dibuka oleh Plt Kepala Cabang Dinas Aceh Utara, Supriariadi. Dan dilanjutkan pemateri sebagai instruktur Utama, Muklis Puna.

Kacabdin Aceh Utara Supriariadi dalam sambutannya menjelaskan, melalui workshop ini diharapkan akan lahir buku-buku yang nanti menjadi bukti bagi guru yang telah melakukan pengembangan diri dan akan diikuti oleh guru-guru lainnya.

"Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi para guru dalam menyusun buku ajar."terangnya.

Dalam kesempatan itu kepala SMAN 1 Dewantara Mustafa menjelaskan, Materi yang disampaikan antara lain mengenai langkah-langkah menulis buku mulai dari awal hingga penerbitan, ide-ide untuk penulisan buku, dan pentingnya menulis buku untuk bidang pendidikan.

“Kegiatan workshop ini diselenggarakan sebagai titik awal kebangkitan literasi sekolah, dengan tujuan meningkatkan kompetensi para guru dalam menyusun buku,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Dewantara Mustafa.

Sehingga mempunyai hasil karya yang bisa dijadikan sebagai literatur yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan melahirkan pemikiran inovatif dari para guru terutama dalam menulis.

"Diharapkan dari kegiatan workshop ini akan melahirkan minimal 5 buku karya guru," ujar Kepsek Mustafa.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...