Layak untuk Diapresiasi

Sindiran Jokowi Harus Jadi Evaluasi Pemda Aceh

ISTIMEWAKetua Fraksi PNA di DPRA, Safrizal alias Gamgam
A A A

BANDA ACEH - Sindiran yang disampaikan Presiden Jokowi dalam acara Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireuen turut menarik perhatian Ketua Fraksi PNA di DPRA.

Dimana Presiden Jokowi sempat menyampaikan tentang Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Aceh terbilang cukup besar.

Kendati demikian, belum mampu memberikan kemandirian ekonomi Aceh.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa yang namanya pengelolaan anggaran sangat penting, penting sekali. Uang Rp 17 triliun itu sangat gede sekali. Tapi bagaimana tata kelolanya dan government-nya. Apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dirasakan oleh rakyat. Itu yang masih menjadi tanda tanya saya,"cetus Jokowi dalam sambutannya pada acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Sabtu (22/2/2020) kemarin.

Safrijal yang akrab disapa Gamgam menyebutkan sindiran tersebut meskipun terkesan menyakitkan, namun layak diapresiasi, sebab apa yang disampaikan Jokowi tidak jauh berbeda dengan kenyataan.

"Dengan anggaran besar masyarakat kita masih miskin menurut beberapa survei sehingga kritik Jokowi sudah tepat," kata Gamgam.

Politisi asal Aceh Selatan itu meminta kepada Plt Gubernur agar menjadikan sindiran Presiden Jokowi sebagai medium untuk mengevaluasi kinerja seluruh SKPA agar dana yang melimpah di Aceh bisa tepat sasaran sehingga pembangunan menjadi efektif.

"Kita minta Plt Gubernur agar memperhatikan betul poin yang disampaikan Pak Presiden," tambah Gamgam.

"Sebagai wakil rakyat, kami juga akan mengevaluasi diri agar APBA benar-benar efektif, efisien dan juga adanya transparansi sebagaimana diharapkan Pak Presiden. Dan yang terpenting eksekutif dan legislatif harus terus bersinergi," tutup Gamgam.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...