Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Siapa Peserta KLB Partai Demokrat?

detik.comMassa mulai berdatangan ke arena KLB Partai Demokrat
A A A

DELI SERDANG - Hajatan politik Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) yang diklaim segelintir pihak digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah nama pun digadang-gadang menjadi calon ketua umum (caketum) melengserkan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Politikus senior Partai Demokrat Max Sopacua mengklaim peserta yang hadir di KLB juga memiliki suara yang sah. Dia mengatakan peserta ini dari DPD dan DPC se-Indonesia.

"Iya (memiliki hak suara), kita menghitung sudah dua pertiga (persen) dari jumlah suara yang ada. Jadi kongres ini sudah berlangsung sesuai aspek legalitasnya dua pertiga dari jumlah suara," jelas Max di lokasi KLB di The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

Max tidak menjelaskan apakah peserta sah yang hadir itu dibuktikan dengan surat keputusan yang sah. Dia mengatakan tidak memiliki kewenangan memeriksa hal itu.

"Ada dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga. Saya tidak di bidang itu mengatakan iya atau tidak," paparnya.

Nama caketum yang digadang-gadang mengerucut seperti Moeldoko, Marzuki Alie, Darmizal, hingga Hencky Luntungan. Max mengklaim sudah ribuan orang pemilik suara sah mendatangi lokasi KLB Partai Demokrat.

"Jadi, kalau dihitung sampai saat ini, peserta sudah pada hadir, dihitung dengan peninjau, yang memiliki hak suara, dan yang memiliki hak bicara itu sudah mencapai 1.200 orang sampai hari ini," imbuhnya.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani sebelumnya menegaskan KLB yang diselenggarakan di Deli Serdang, Sumut, ilegal. Kamhar memastikan ketua-ketua DPD dan DPC pemegang suara yang sah tidak ada yang mengikuti KLB tersebut.

"Kami tegaskan tidak ada KLB di Partai Demokrat. Jika ada yang mengatasnamakan Partai Demokrat untuk menyelenggarakan KLB, itu pasti ilegal. DPP Partai Demokrat belum pernah mengeluarkan SK Kepanitiaan tentang penyelenggaraan KLB," kata Kamhar, Jumat (5/3).

"Jika ada demikian, itu berarti makar, tak sesuai konstitusi Partai Demokrat. Tak punya legal standing. Apalagi mereka-mereka yang telah dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat, sama sekali tak punya hak untuk membawa-bawa nama Partai Demokrat dan menggunakan atribut Partai Demokrat," lanjutnya.

Sumber:Detik.com
Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...