Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Setelah Perkosa Gadis Tuna Rungu, Kakek Ancam Bunuh Jika Melawan  

ShutterstockIlustrasi pemerkosaan
A A A

Jepara - Seorang pria lansia berinisial KS (64) warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dibekuk polisi karena mencabuli gadis tuna rungu dan wicara. Korban saat ini hamil 8 bulan.

"Satu kali di rumah korban dua kali di rumah pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (13/9/2021).

Rozi mengatakan KS dibekuk di rumahnya di Kabupaten Jepara pada Kamis (9/9) lalu. Pelaku diduga telah berbuat asusila kepada korban yang masih berusia 16 tahun.

"Pelaku diamankan di rumahnya pribadinya pada Kamis lalu," terangnya.

Dia mengatakan pelaku memperdaya korban dengan ancaman akan dibunuh dan diiming-imingi uang. Korban pun akhirnya tidak melawan atas perbuatan bejat pelaku.

"Korban diancam akan dibunuh dan iming-iming uang," ungkap dia.

Menurutnya kejadian terungkap setelah korban merasakan sakit perut. Selanjutnya korban dibawa orang tuanya untuk memeriksakan korban di bidan desa.

"Diketahui jika korban sedang hamil delapan bulan. Ayahnya menanyai korban hingga korban mengakui kepada orang tuanya bahwa pelakunya adalah KS," jelas dia.

Mengetahui hal itu, orang tua korban kemudian melapor kepada polisi. Pelaku akhirnya diamankan di Mapolres Jepara. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman bui paling lama 15 tahun.

"Pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelasnya.

"Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Dan denda paling banyak Rp 15 miliar," pungkas Rozi.[]

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...