Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Apakah Dana Pokir Sesuai RPJM:

Setelah Klimaks, Hubungan Legislatif- Eksekutif Mesra Lagi

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH - Pasca sekian lama retak hubungan eksekutif-legislatif dan secara politik tidak bisa saling memuaskan, namun tak dinyana kini Legislatif dan Eksekutif kembali harmonis.

Hal itu terjadi setelah saling pengertian dan kompromis, kendati kondisi sebelumnya saling ngambek hampir berjalan setahun antar dua lembaga politik ini kemudian memanas sampai- sampai ada upaya pemakzulan (Hak Angket).

Namun oleh pengamat sosial dan politik dari Unaya, Usman Lamreung menilai upaya pemakzulan tersebut urung atau gagal terjadi dikarenakan pada saat digelarnya rapat Paripurna Hak Angket, kehadiran anggota dewan tidak mencukupi Quorum.

Nah alhasil, Nova Iriansyah dengan mulus dilantik sebagai Gubernur Aceh oleh Mendagri Tito Karnavian.

“Ada indikasi kuat terjadi kompromi politik. Alasannya, karena ada komunikasi politik keduanya untuk menggarap akomodasi Paket-Paket Pokok Pikiran alias Pokir anggota dewan di APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) 2020,” tutur Usman Lamreung, Selasa (24/11/2020).

Harmonisasi kedua lembaga politik ini kata Usman, disatu sisi sangat baik, karena memudahkan pemerintah Aceh merealisasikan keberlanjutan program Aceh Hebat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dana Pokir yang jumlahnya milyaran yang menjadi deal politik antara Pemerintah Aceh dan DPRA.?

"Dan apakah juga sesuai dan sejalan dengan RPJM Aceh Hebat. Sementara kegiatan Pokir anggota dewan masuk secara tiba-tiba ditengah jalan,” tanya Usman agak keheranan.

Hal tersebut sangatlah wajar jika dipertanyakan. Jangan nanti dana Pokir DPRA dan Pemerintah Aceh mengganjal program Aceh Hebat dan mengganggu pembangunan Aceh yang berkelanjutan seperti direncanakan.

Jadi semua tahu, bahwa masih banyak program-program besar yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Aceh.

Perlu evaluasi SKPA agar tidak jadi bumerang

Hal itu bisa dilihat seperti Rumah Sakit Regional, Kawasan industri, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, Solusi atasi Pengangguran di masa Pandemi dan lain sebagainya.

“Dengan pekerjaan rumah yang besar ini, sudah seharusnya Pemerintah Aceh secara kontinyue berbenah, terutama dalam konteks memastikan berjalannya program Aceh Hebat,” ujar Usman Lamreung menyarankan.

Selain itu, kata Usman, Pemerintah Aceh tidak hanya fokus mengelola dana Pokir agar selaras dengan RPJM Aceh Hebat.

Sudah seharusnya Nova Iriansyah juga mengevaluasi kepala Satuan Perangkat Kerja Aceh (SKPA) yang tidak berkinerja baik dengan menempatkan sosok-sosok kepala SKPA yang cakap sesuai dengan keahlian dan bidang ilmunya.

“Jika Gubernur Aceh menempatkan kepala SKPA lebih karena titipan, maka dapat dipastikan akan menjadi bumerang bagi Nova Sendiri,” demikian Usman Lamreung.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...