Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Setelah Kabur Diam-diam Ke UEA, Mantan Presiden Afghanistan Ingin Pulang

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.
A A A

ABU DHABI – Setelah diam-diam melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA), mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kini berharap dapat kembali ke negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghani melalui pesan video pada Rabu (18/8/2021), penampilan pertamanya sejak meninggalkan Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Dalam video tersebut, dia menyatakan dukungannya terhadap pembicaraan antara Taliban dan mantan pejabat tinggi Afghanistan.

"Untuk saat ini, saya berada di (Uni) Emirate (Arab) agar pertumpahan darah dan kekacauan dihentikan,” kata Ghani sebagaimana dilansir The New Indian Express.

"Saya sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Afghanistan," sambungnya.

Kelompok pemantau SITE melaporkan bahwa Taliban bertemu dengan mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan pejabat senior Abdullah Abdullah.

SITE menambahkan, para pemimpin Taliban menyatakan bahwa mereka telah mengampuni semua mantan pejabat pemerintah Afghanistan.

Melansir Reuters, melalui Ghani mengaku bahwa dia meninggalkan Kabul untuk mencegah pertumpahan darah.

Dia juga membantah kabar yang menyebut dirinya membawa sejumlah besar uang saat meninggalkan istana kepresidenan.

Saat Taliban menduduki Kabul pada Minggu, Ghani dilaporkan meninggalkan negara tersebut secara diam-diam dan tidak diketahui kabur ke mana.

Banyak pihak yang mengkritik kepergian Ghani tersebut, bahkan para menterinya pun merutukinya.

Hingga beberapa hari, muncul spekulasi bahwa dia telah melarikan diri ke beberapa negara seperti Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Akhirnya pada Rabu, Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa Ghani berada di negaranya.

Negara tersebut menyatakan, pihaknya menerima Ghani atas dasar kemanusiaan setelah dia kabur dari Afghanistan sebab Taliban merebut Kabul.

"Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA dapat mengonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan," kata kementerian tersebut sebagaimana dilansir The Straits Times.[]

Sumber:Kompascom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...