Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Ketua HPBM

Sesalkan Pemotongan Dana Paskibraka Bener Meriah

SamsuddinPeringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021 telah berlalu. Puluhan generasi muda Bener Meriah ikut menyemarakkan peringatan HUT RI di Bener Meriah dengan ikut serta sebagai pasukan pengibar bendera saat upacara peringatan dilasungkan.
A A A

BENER MERIAH - Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun telah berlalu, puluhan generasi muda Bener Meriah ikut menyemarakkan peringatan HUT RI di Bener Meriah dengan ikut serta sebagai pasukan pengibar bendera saat upacara peringatan dilangsungkan.

Bendera Merah Putih sudah berkibar, keringat pasukan pengibar bendera sangsaka merah putih sudah kering namun isu miring pasca upacara peringatan HUT RI berhembus. Anggaran untuk biaya pelatihan sampai insentif untuk pasukan pengibar bendera yang diisi oleh puluhan generasi muda Bener Meriah di sunat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Riga Wantona yang juga pelatih paskibraka Bener Meriah kepada media ini melalui rilisnya, Senin 23 Agustus 2021.

Riga membenarkan adanya pemotongan anggaran untuk Paskibraka peringatan HUT RI beberapa waktu lalu oleh pemerintah kabupaten Bener Meriah. "Iya benar, anggaran paskibraka di potong sampai 150 juta yang seharusnya 600 juta menjadi 450 juta," ujarnya.

Lebih lanjut Riga menjelaskan pihak pemerintah daerah beralasan anggaran tersebut dipotong lantaran terkena aturan refocussing.

"Saat pertama kali pihak kami pelatih berdiskusi dengan pemerintah daerah yang diwakili oleh sekda dan asisten III. Mereka menjelaskan anggaran tersebut dipotong karena refocussing. Namun tidak dijelaskan lebih jauh di refocusing untuk program apa," katanya.

"Saat itu kami menolak, namun pemerintah daerah tetap saja melakukan pemotongan. Dengan berbagai alasan, salah satunya adalah membayarkan gaji honorer,"  tambah Riga.

Riga menambahkan, pihaknya memahami keharusan pemerintah daerah untuk melakukan refocussing pada beberapa program sesuai peraturan menteri keuangan namun pihaknya menyesalkan kenapa harus program paskibraka yang di sunat anggarannya.

"Pembelian mobil baru pejabat, termasuk Sekda jumlah anggarannya miliaran tapi tidak di refocussing. Kan aneh, memilih merefocussing anggaran untuk pelatihan paskibraka yang peruntukkannya untuk memeriahkan perayaan hari Kemerdekaan Indonesia," ujarnya

"Hal ini sangat kita sesalkan, Pemerintah daerah lebih memilih menyunat program yang peruntukannya untuk kepentingan orang banyak dengan alasan refocussing dan mempertahankan progran yang memanjakan pejabat," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Keuangan Bener Meriah, Marwan menyebutkan, Menko PMK memerintahkan setiap daerah merefocussing delapan persen anggaran.

"Refocussing itu adalah merupakan perintah PMK, sehingga kita harus melakukan refocussing dan kita telah memberitahukan kepada dinas," ungkap Marwan.

Ia menambahkan, dari Rp600 juta anggaran paskibraka, disahkan sebanyak Rp450 juta jadi sisanya itu direfocussing untuk pelaksanaan tes CPN.

"Salah satunya dan Paskibraka yang direfocussing untuk pelaksanaan perekrutan tes CPNS, dan juga untuk memberikan gaji tenaga pendidikan yang honor yang tidak terangarkan," jelas Marwan.

Marwan menerangkan, refocussing itu dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan sehingga pihak dinas menyampaikan kegiatan apa yang direfocussing.

"Berdasarkan hal itu, karena tahun ini paskibraka kegiatannya tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya karena Pandemi COVID-19, maka Rp600 juta terlalu besar sehingga kita revisi dan itu juga pertimbangan agar tidak memberatkan dinas terkat," pungkas Marwan.

Pemangkasan anggran yang di refocussing, tentunya melalui hasil rapat dinas dengan tim TAPD, dalam hal itu tim menanyakan kepada dinas apakah dengan anggaran yang ditetapkan setelah direfocussing mampu untuk melaksanakan kegiatan tersebut," ungkapnya.

Kita memangil dinas, jika sebelumnya dialokasokan anggran 600 juta namun direfocussing dengan anggran 450 juta apakah dinas tersebut mampu melaksanakannya, jika mereka menyangupi ia dilaksanakan," imbuh Marwan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...