Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Seorang Pemuda di Bener Meriah Diduga Bunuh Diri

ISTIMEWASeseorang pemuda di Pintu Time Gayo diduga bunuh diri
A A A

BENER MERIAH – MW (31) warga Kampung Alur Gading Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipohon durian dengan mengunakan kain Shal (Surban).

Orang yang pertama sekali melihat tubuh MW yang sudah menjadi mayat tergantung di pohon durian adalah Subhan (37) dimana pada saat itu Subhan sedang mencari katu untuk memasang Mulsa tanaman cabai.

Pihak kepolisisan Sektor Polsek Pintu Rime Gayo baru mengetahui peristiwa itu setelah menerima laporan dari masyarakat, Jumat (12/3/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Atas laporan tersebut, Personel Polsek Pintu Rime Gayo langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) berlokasi diperkebunan masyarakat di Kampung Alur Gading.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Dasril menyebutkan, mayat pemuda yang diduga gantung diri itu diketahui berinsial MW warga Kampung Alur Gading.

"Dari penuturan kerabat korban, selama ini MW tinggal seorang diri dirumah miliknya di Kampung Alur Gading, MW dikalangan warga terkenal sosok yang baik namun pendiam (tidak banyak bicara),"ujar Ipda Dasril.

Dasril mengatakan, untuk saat ini jenazah MW sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah dilakukan indentifikasi oleh Satreskrim Polres Bener Meriah dan divisum oleh pihak Puskesmas Singah Mulo.

“Dari hasil visum ET Refettum yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Singah Mulo, yakni dr Fauzan mengatakan ,tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, bentuk jeratan tali di bagian leher dengan bentuk V identik dengan tali simpul hidup seperti di TKP," kata Dasril

"Personel yang melakukan olah TKP juga tidak menemukan tanda-tanda bekas yang di curigai seperti bekas seretan atau kekerasan,"papar Ipda Dasril.

Kapolsek Pintu Rime Gayo itu menambahkan, ada beberapa BB (barang bukti) yang diamankan dari TKP diantaranya sepasang sendal jepit, kain shal/ Surban yang digunakan sebagai alat menggantung diri, handphone merek Nokia diduga milik korban.

"Tadi setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kita langsung mengamakan TKP dan berkoordinasi dengan tim identifikasi sat Reskrim Polres Bener Meriah, selanjutnya kita bawa korban ke Puskesmas Singah Mulo kemudian jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga,"tutur Ipda Dasril.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...