Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sempat Dibuang-Buang, Stok Tomat Di Bener Meriah Drastis Berkurang

IstimewaKabid Pangan dan perwakilan Dinas Perdagangan temui Ketua APSBM
A A A

BENER MERIAH – Harga komoditi tomat di Kabupaten Bener Meriah sebelumnya sempat anjlok hingga turun ke harga terendah Rp 1000 - 500 rupiah perkilo itu terjadi lantaran over produksi.

Akibatnya, puluhan ton tomat dibuang begitu saja baik oleh pedagang maupun petani di daerah penghasil kopi arabika itu, fenomena itu sempat  viral di media sosial hingga Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah memerintahkan Kadis Pertanian dan Perkebuana serta Kadis Pangan Aceh turut menyelesaikan persoalan tersebut.

Pasca viralnya tomat yang dibuang-buang tersebut, harga tomat pun mulai berangsur naik dari Rp 2500 hingga mencapai Rp 4000 perkilo.

Saat turun ke Bener Meriah pada Kamis, 5 Agustus 2021 lalu, Kadis Pertanian dan Perekebunan Aceh Ir Cut Huzaimah menyebutkan pihaknya siap menawarkan beberapa solusi yakni memberikan subsidi biaya angkut saat terjadi over produksi.

Selain itu, solusi yang disampaikan yakni akan mengatur pola tanam agar tidak terjadi over produksi, solusi jangka panjang siap membangun Cold Storage, serta siap menghadirkan investor mendirikan pabrik saus.

Terkait tindak lanjut yang ditawarkan Kadis Pertanian Aceh tersebut, Ketua Asosiasi Pedang Sayur Bener Meriah (APSBM ) Sabardi, saat dikonrirmasi, Senin, 9 Agustus 2021 melalui pesan WhatsApp menyampaikan, untuk saat ini stok tomat di Bener Meriah sudah sangat kurang bahkan.

“Barang sudah kurang bukan hanya tomat, termasuk kol juga sudah kurang, hal itu harga sudah melonjak dan permintaan barang pesat.”ungkap Sabardi

Menurut Sabardi, untuk saat ini harga tomat yang dijual sudah mencapai Rp 4000-4500 perkilo, kol Rp 3000, kentang Rp 7000, bawang bok 4000, sawi putih 2500.

“Karena barang sudah berkurang pihaknya hanya mengirim barang ke lokal Aceh paling jauh Banda Aceh.” Kata Sabardi

Kepada media ini, Ketua APSBM itu mengatakan, pemerintah terlambat turun tangan memperhatikan petani dan pedagang. Jadi harapan ke pemerintah, sebelum barang over (muntah ) tahun depan sudah peduli sama petani dan pedagang.

“Tahun depan sebelum terjadi over produksi pemerintah mereka harus peduli dengan petani dan pedagang, contohnya dengan menyediakan cold storage, bahkan kalau bisa baut pabrik saus, jangan selalu beralasan selalu dalam kajian dari pemerintah Aceh.” Timpalnya

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah melalui Kabid Pangan, Salawati menyampaikan, sebagaiman tindak lanjut yang disampaikan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Dinas Pangan Aceh dirinya dengan perwakilan Dinas Perdagangan Bener Meriah meliah kesiapan pedagang yang tergabung dalam APSBM.

“Sesuai arahan pak Kadis dan Kadis Pertanian Aceh kita hari ini kembali menemui APSBM untuk menayakan kesiapan mereka. Artinya kita mau cek sudah siap engak barang yang mau dikirim .“ ujar Salawati

Setetelah kita tanyakan, ternyata stok tomat sudah sangat kurang, bahkan untuk kebutuhan lokal sendiri sudah tidak mencukupi. Jelas Salawati

Padahal, pemerintah sudah menyediakan biaya angkut jika masih terjadi over produksi. Ternyata ketika sudah disediakan subsidi baiaya angkut barang sudah tidak ada lagi. Pungkas Kabid Pangan itu

Ia juga menerangkan, pihaknya  sempat menyampaikan kekwatirannya kepada Ketua dan Seketaris APSBM jika tiga bulan kedepan akan terjadi lonjakan over produksi bebrapa komoditi. Untuk itu melaui sekarang kita harus mensiasatinya.

“Salah satunya dengan mengatur pola tanam, jika terjadi over produksi kita sudah berbicara dengan dinas perdagangan tentang informasi pasar, jadi kalau terjadi over produksi kita menyediakan biaya angkut, sebab biaya tersebut dikeluarkan saat terjadi over produksi “

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...