Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

Sempat Bersitegang Dengan LSM Garis Merah, Ini Penjelasan Dailami

SamsuddinPlt Bupati terlibat perdebatan dengan ketua LSM Garis Merah
A A A

BENER MERIAH – Poster yang beruliskan copot Sekda, Kadisdik, dan Kadis Kesehatan Bener Meriah yang mewarni sidang Paripurna Perubahan Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK-P ) tahun 2021 Kabupaten Bener Meriah.

Poster tersebut diketahui di tempel oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) Garis Merah dilantai dua Gedung DPRK Bener Meriah, saat sidang APBK-P yang dipimpin Ketua DPRK Bener Meriah berlangsung. Senin, 20 September 2021

Akibatnya, Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah, Dailami terlibat perdebatan sengit hingga tersulut emosi dan nyaris mengamuk kepada Ketua LSM Garis Merah, yang terjadi di halaman gedung DPRK Bener Meriah saat sidang paripurna APBK-P diskors.

Vedio saat perdebatan sengit antara Plt Bupati Bener Meriah dengan Ketua LSM Garis Merah menjadi viral di media sosial Facebook, dan grub WhatsApp.

Kepada media acehimage.com, Dailami menyampaikan, dirinya tersulut emosi lantaran LSM Garis Merah menuding SKPKnya dengan hal yang bukan-bukan. "Mereka menuding SKPK saya tanpa fakta dengan hal yang bukan-bukan,"kata Dailami

Menurut Dailami, pihaknya bisa saja menuntut tudingan itu, namun mereka adalah adik-adik saya juga. “Jadi saya marah sama meraka macam ayah dan anak saja,” jelas Dailami

Ia menegaskan, tadikan sedang sidang Paripurna, seharusnya mereka menghormati persidangan bukan malah membuat hal-hal seperti tadi yaitu menggangu persidangan. jelas Dailami

Dailami juga menjelaskan, terkait dengan gaji honorer yang belum dibayar, itu semua sudah tidak ada masalah lagi hanya saja pembayaranya telat.

“Jadi gaji honorer itu akan segera dibayarkan untuk tahun ini, memang pembayaranya telat karena terjadi refocusing,”ungkap Dailami

Menurutnya, untuk gaji honorer yang sudah diplot lebih dari 6 milyar, ternyata setelah kita kaukulasi jumlah itu  kurang maka ditambah 2,5 milyar lagi. Papar Dailami

Sementara itu, Ketua LSM Garis Merah, Nasri Gayo menyebutkan pihaknya melakukan aksi pemasangan poster bertuliskan copot Sekda, Kadisdik, dan Kadis Kesehatan itu karena menilai mereka tidak profesional.

“Kita menduga dana DID itu digunakan sepandai-pandai Sekda dan Kadis bagaimana caranya mereka manfaatkan. Mereka sepertinya tidak memerlukan rekomondasi dari DPRK, sehingga kita menilai ini terlalu keperibadian dimana Sekda harusnya bersikap profesional malah kita melihat Sekda seperti bersikap kontraktor,”ungkap Nasri

Belum lagi, lanjut, Nasri gaji Honorer dan TC PNS belum dibayarkan, seharusnya Sekda sebagai ketua TAPD Bener Meriah lebih paham mana skala yang prioritas, jangan malah mana feenya banyak, ini yang membuat kita kecewa. Tegas Nasri

Jadi, kita mendesak Kadisdik Bener Meriah yang kedaruratanya luar biasa dan Kadis Kesehatan dengan dana  luar biasa sebagai pengguna anggran di SKPK Bener Meriah ternyata tidak dikelola dengan profesional dan itu wewenangnya di Sekda, anehnya lagi ternyata Sekda mengaminkan tidak profesionalnya SKPK tersebut.

“Nasri mengultimatum, jika dalam tempo satu Minggu ini Sekda dan Kadis itu tidak dicopot kita akan buat aksi besar-besaran, karena ini tidak bisa dibiarkan lagi, sebab, kita kwatir Bupati dan Plt Bupati terjerat hukum ketika mereka tidak menjabat lagi  ini yang kita jaga,” tandasNasri []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...