Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Sekretaris PUSP Dampingi Korban Pemerkosaan ke Psikiater

ISTIMEWASekretaris organisasi Perkumpulan Umah Sunting Pirak (PUSP) Banda Aceh, Sri Wahyuni
A A A

BENER MERIAH – Sebagai bentuk usaha pemulihan rasa trauma atas peristiwa pemerkosaan yang dialami gadis dibawah umur warga Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah oleh dua pelaku juga masih dibawah umur, Sekretaris organisasi Perkumpulan Umah Sunting Pirak (PUSP) Banda Aceh, Sri Wahyuni dampingi korban ke psikiater, Senin (14/9/2020).

“Tadi saya mendampingi korban pemerkosaan untuk konsultasi dengan dokter ahli jiwa di RSUD Munyang Kute, dr Ikhsan hampir dua jam korban ngobrol panjang lebar dengan dokter tersebut. Secara umum kejiwaan korban sudah lebih baik dari kondisi awal, dimana seperi gejala-gejala mimpi buruk sudah tidak ada kendati masih tersisa rasa ketakutan, dan malu dan hal itu harus disembuhkan insyaallah minggu depan akan berkunjung lagi untuk bertemu dokter Ikhsan,"sebut Sri Wahyuni.

Dikatakan Sri, hari ini merupakan konsultasi tahap awal (kunjungan pertama), dan untuk kunjungan kedua nanti akan diterapi lebih dalam untuk memulihkan rasa traumanya. Terhadap korban, pihaknya akan mendampingi psikologisnya saja.

BACA JUGA:Nasib Gadis Dibawah Umur yang Diduga Diperkosa

"Nanti kita akan jaga agar dia benar-benar kembali ceria seperti sedia kala dan akan menumbuhkan percaya dirinya, Karena dia kan malu ni, kesekolah dia malu, jumpa orang malu. Jadi kita akan tumbuhkan lagi kepercayaan dirinya,"jelas Sri Wahyuni.

Menurut Sri Wahyuni, yang paling mendasar adalah pendidikan dalam rumah tangga dimana kadang-kadang kita melebih-lebihkan anak laki-laki, bahkan tugas dirumah saja anak laki-laki itu boleh teledor dan menganggap anak laki-laki itu hebat.

"Kuat tapi kita sering lupa mendidik anak laki-laki untuk melindungi orang lain terutama melindungi perempuan.Secara fisik laki-laki lebih kuat dari pada perempuan, justru itu kita harus mendidik hatinya itu punya sifat kasih sayang dan oleh sebab itu laki-laki harus punya kasih sayang yang kuat,"terang Sri.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan untuk anak-anak remaja harus dikontrol karena masa-masa anak remaja adalah masa pendidikan krakter, masa pendidikan krakter itu paling efektif dari usaia 0 sampai 3 golden age (masa tumbuh kembang anak), 5-10 itu diajarkan pendidikan dasar atau sampai aqil baligh jadi menjelang ia aqil baligh si anak biasanya tidak dapat pendidikan kuat dari orang tua.

"Anak-anak dimasa pubertas itu sexy nya tinggi, keingginan mencobanya tinggi sementara mereka tidak dapat control, mungkin mereka didik oleh HP, diusia kecil mereka sudah punya uang karena sudah bisa bekerja jadi dia mengelola uangnya sendiri tapi dikelola untuk hal-hal salah. Biasanya kegiatan seperti itu anak-anak berkolaborasi, ada narkoba disitu minimal ngelem, ada merokok ada kompoy duduk rame-rame balap plus ada perempuan,"

"Anak-anak seperti itu menganggap perempuan sebagai objek seksual karena mereka tidak mendapatkan pendidikan yang benar dan mungkin juga agamanya juga kurang. Untuk itu saya melihat basis keluarga, dan kalau ada anak-anak yang terlantar kampung juga harus tangung jawab,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...