Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sekda Aceh Lanjut Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Dayah di Subulussalam

Humas AcehSekretaris Daerah Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, didampingi Walikota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, SE, Wakil Walikota, Drs Salmaza M.AP, dan unsur Forkopinda Kota Subulussalam, saat bersilaturrahmi dengan Pimpinan Dayah sekaligus memberikan Sosialisasi Vaksinasi Covid- 19 di Aula Kantor Walikota Subulussalam, Jumat, (8/10/2021).
A A A

SUBULUSSALAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Subulussalam untuk mensosialisasikan vaksinasi Covid-19 bagi kalangan dayah di daerah tersebut, Jumat 8 Oktober 2021. Kunjungan ke Subulussalam dilakukan Sekda dari lokasi sosialisasi sebelumnya yakni Aceh Singkil.

Di Subulussalam sosialisasi berlangsung di Kantor Walikota dengan diikuti para pimpinan dayah, da’i perbatasan, kepala sekolah dan guru, serta kepala Puskesmas. Sekda Aceh pada kegiatan itu juga didampingi Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam yaitu Affan Alfian Bintang dan Salmaza, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri serta unsur Forkopimda Kota Subulussalam.

Sama seperti dalam berbagai kunjungan sosialisasi sebelumnya, Sekda Taqwallah mengajak para pimpinan dayah, dai perbatasan, pihak sekolah dan Puskesmas untuk sama-sama menyukseskan vaksinasi Covid-19 sebagai ikhtiar bersama melawan virus tersebut.

Sekda berujar, para orang tua dan pemimpin negeri ini dulunya juga pernah berjuang melawan sejumlah penyakit berbahaya dan menular yang sempat mewabah di zaman dahulu. Penyakit tersebut seperti polio, cacar dan lainnya. Namun para pendahulu disebut mampu melewati masa-masa buruk itu setelah ditemukannya vaksin. Keberhasilan serupa kata Sekda harus mampu diraih saat ini untuk melawan pandemi covid-19.

Untuk itu Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pimpinan dayah untuk menyukseskan vaksinasi di dayah. Vaksinasi di kalangan dayah dianggap sangat penting mengingat warga dayah hidup dan tinggal bersama di satu lingkungan asrama dayah. Jika ada satu yang sakit maka kemungkinan penyakit itu akan menyebar ke santri lainnya.

“Karena itu vaksinasi ini penting untuk menjaga diri secara pribadi dan juga menjaga orang lain,” ujar Taqwallah.

Selain itu, dalam sosialisasi tersebut Sekda juga secara khusus mengajak para Kepala Puskesmas yang ada di Subulussalam untuk benar-benar fokus menyukseskan vaksinasi. Keberadaan tenaga kesehatan di Puskesmas, kata Sekda, merupakan sebuah anugerah yang harus dimanfaatkan dalam menyukseskan vaksinasi.

Sementara itu Walikota Subulussalam Affan Alfian Bintang dalam sambutannya pada acara itu juga mengajak para pimpinan dayah untuk sama-sama menyukseskan program vaksinasi.

“Kami Pemko Subulussalam, mengajak pimpinan dayah untuk terus memberikan sosialisasi kepada santri,” ujar Affan.

Ia juga mengajak semua peserta pertemuan itu untuk mengenali berbagai berita bohong atau hoax yang kerap beredar terkait vaksinasi Covid-19. Keberadaan hoax di tengah upaya vaksinasi Covid-19 diakui sangat menghambat program itu lantaran masih banyak masyarakat yang percaya berbagai kabar bohong.

Sementara itu Sekda Aceh pada kesempatan itu juga menyerahkan sertifikat penghargaan bagi para guru sekolah yang sudah mampu melakukan vaksinasi siswa di atas 95 persen. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan para wali kelas dalam menyukseskan vaksinasi terhadap siswa. []

Sumber:rilis
Rubrik:ACEH HEBAT

Komentar

Loading...