Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

Jika Tidak Segera di Aspal

Sejumlah Warga Wih Delung Tuntut Batching Plant PT Galih Medan Persada Ditutup

SamsuddinAksi masyarakat Wih delung tuntut tempat pengolahan material PT GMP ditutup
A A A

BENER MERIAH – Sejumlah masyarakat Kampung Pasar Simpang Tiga, dan Dusun Wih Delung, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah  mengelar aksi protes meminta PT Galih Medan Persada untuk menghentikan sementara  kegiatan pengolahan material ditempat Batching Plant yang berlokasi di Kampung tersebut.

Pasalnya, material batu, kerikil, pasir dan semen  yang diolah di Batching Plant tersebut telah mengakibatkan debu berterbangan kehalaman dan kedalam rumah warga yang mengakibatkan kenyamanan dan kesehatan warga terganggu.

“Hampir seratus hari ini kami makan debu dari perusahan yang mengerjakan proyek multiyears jalan Simpang Tiga-Samar Kilang,” kata koordinator aksi, Jefri Noci Vera, dalam orasinya didepan lokasi Bactching Plant  PT Galih Medan Persada, Selasa, 28 September 2021.

Bahkan, Jefri menduga akibat debu yang berasal dari pengolahan material di dusun tersebut telah membuat anaknya sakit flu, dan batuk yang sempat dibawa ke klinik. “Dugaan saya akibat debu itu telah membuat anak saya sakit, dan saya juga merasakan sesak akibat debu itu,”ungkap  Jefri.

Ia mengaku, sebelumnya sudah pernah menyampaikan kepada pihak perusahan untuk segera mengaspal jalan di daerah  itu, sebab bila dibiarkan seperti itu sangat menggangu dagangan masyarakat sepanjang jalan tersebut. Ucap Jefri.

Untuk itu, kami meminta jalan ini segera diaspal oleh PT Galih Medan Persada sebagai pemegang proyek multiyears itu. Jika tidak segera diaspal maka aktivitas ini harus dihentikan. Kalau mereka tidak merespon permintaan ini kami akan mengelar aksi dengan menurunkan massa lebih banyak lagi.  Tandas  Jefri

Dari pantauan media ini, terlihat sejumlah pemuda pedagang dan ema-emak mengelar aksi protes di depan Batching Plant PT Galih Medan Persada.

Mereka membawa poster kertas kartun yang bertuliskan, PT Galih Medan Persada dapat uangnya kami dapat debunya, tulisan lainnya, batas jam kerja anda, polusi menjadi tamu kami, kami akan mendesak kegiatan ini ditutup.

Daganan dan rumah kami penuh debu, kami masyarakat Wih Delung sangat mengecam PT GMP yang menghasilkan debu di pemukiman kami, debu yang kami hirup lebih bahaya dari Corona.

Sementara itu Humas PT Galih Medan Persada, Roni mengatakan, sebelum lebaran Aidul Adha kemarin pernah dilakukan pengaspalan di titik nol itu, namun karena kondisi jalan tersebut ber becek tidak dilakukan pengaspalan.

Sebab, syarat pengaspalan jalan tersebut harus dalam keadaan kering total harus tidak ada air, makanya pengaspalan titik nol itu ditunda. Jelas Roni

“Setalah tadi saya menelepon orang lapangan, insyallah dalam waktu dua hari dari jalan Simpang Tiga akan dilakukan pengaspalan, dengan catatan untuk satu hari itu tidak ada penyiraman air biar badan jalan itu padat,”sebut Roni.

Terkait dengan masalah debu itu, kita akan segera menambahkan sejenis terpal agar semen di pecin plan kami itu tidak berterbangan kerumah warga,” pungkas Roni []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...