Aktivis Perempuan, Yulindawati kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 9 Februari 2023 episode ke 50 Tahun ke 3 dengan tema: Pedagang Kaki Lima Tertindas, Benarkah LKMS Mahirah Muamalah Melakukan Praktek Lintah Darat di Nanggroe Syariah? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Sejumlah Proyek di Dinas PUPR Lhokseumawe Berakhir Kontrak Pekerjaan Belum Selesai

Proyek Jalan Pasar Sayur Sudah Berahir Masa Kontra, Pekerjaan Masih 50 Persen. 30 Desember 2022.
A A A

LHOKSEUMAWE - Beberapa titik pekerjaan paket proyek di pusat Kota Lhokseumawe hingga hari ini sudah memasuki 30 Desember 2022 masih belum rampung dikerjakan.

Paket proyek dari sumber Dana Insentif Daerah (DID) yang merupakan suntikan bonus pemerintah pusat yang dimasukkan pada APBK perubahan tahun 2022, namun pekerjaan proyek baru mencapai lebih kurang 50 persen.

Selain proyek tersebut gagal dari perencanaan dinas, kegiatan proyek yang dipaksakan pembangunan pada penghujung tahun tersebut juga merusak pemandangan kota hingga menyebabkan para pengguna jalan terganggu, akibat aktifitas pekerjaan dilapangan.

Berdasarkan pantoan media Jum'at 30 Desember 2022 ke beberapa titik lokasi pekerjaan proyek tersebut, yakni di jalan Gudang, Jalan pasar sayur, jalan perniagaan, dan jalan perdagangan, pelaksanaan pekerjaan baru siap hanya mencapai 50 persen.

Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe melalui kabid Bina Marga Faisal, kepada media ini mengaku, proyek tersebut belum berakhir kontrak, masih memiliki masa waktu pekerjaan 3 hari lagi kedepan.

Saat media ini mengaku sudah sepuluh tahun menjadi wartawan secara aturan batas pekerjaan proyek batas berakhir Desember. Faisal baru membenarkan pekerjaan proyek tersebut berakhir kontrak pada hari ini.

"Ia benar kontrak hari ini berahir, cuma sisa pekerjaan yang belum selesai, kita hitung dengan denda, karena pekerjaan aspal 3 atau 4 hari kedepan, sudah selesai," jelas Faisal lewat seluler.

Disinggung soal mekanisme penarikan uang karena pekerjaan sudah berakhir kontrak, Faisal mengaku anggaran proyek tersebut belum di cairkan, kendatipun itu dilakukan, harus ada garansi. Tapi setelah kegiatan siap dikerjakan.

"Setelah pekerjaan nanti 3 atau 4 hari lagi, baru bisa kita tarik uangnya, sekitar awal januari nanti baru boleh dilakukan pencairan,"kata Faisal menjawab media ini.

Kepala BPKAD Lhokseumawe melalui kabid Pembedaharaan Ahmad Ridwan saat dihubungi melalui seluler mengatakan, dirinya mengaku progres penarikan sudah masuk kemeja, namun proses pencairan belum dilakukan.

Karena menurutnya, soal pencairan anggaran sejauh sudah memenuhi prosedur, sebagaimana usulan dinas tidak menjadi persoalan terhadap pembayaran setiap kegiatan tersebut.

"Karena kami tidak punya hak untuk mensurvey kelapangan, kalo memang usulan sudah dinas sesuai dengan prosedur kami cairkan," jelas Ridwan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...