Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sejumlah Daftar Hitam PBB Jadi Pejabat Pemerintahan Baru Taliban

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid
A A A

Kabul - Taliban yang telah menguasai Afghanistan kini membentuk pemerintahan baru. Kelompok tersebut pun mengumumkan sejumlah sosok veteran yang bakal mengisi jabatan pemerintah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/9/2021), sejumlah sosok veteran kelompok Taliban ternyata dipilih untuk mengisi sejumlah jabatan. Bahkan sebagian dari mereka merupakan daftar hitam PBB.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan struktur pemerintah baru ini akan menjadi pemerintahan sementara. Beberapa pejabat veteran seperti Mullah Mohammad Hassan Akhund akan menjabat sebagai penjabat perdana menteri baru.

Mullah Mohammad Hassan pernah menjabat sebagai wakil menteri luar negeri di bawah rezim lama Taliban. Dia salah satu yang masuk dalam daftar hitam PBB.

Selain itu, Mujahid juga mengatakan salah satu pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar akan menjadi wakil pemimpin. Sebelumnya ia menjabat sebagai kepala kantor politik gerakannya, mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan AS pada tahun 2020.

Kemudian putra salah satu pendiri Taliban, Mullah Yaqoob dan mendiang pemimpin tertinggi Mullah Omar, diangkat menjadi menteri pertahanan. Selanjutnya posisi Menteri Dalam Negeri bakal dijabat oleh Sirajuddin Haqqani.

Sirajuddin Haqqani sendiri merupakan kepala jaringan Haqqani yang sangat ditakuti. Dia juga merangkap sebagai wakil Taliban.

Tidak lama setelah pengumuman pemerintahan baru itu, Hibatullah Akhundzada, pemimpin tertinggi rahasia Taliban buka suara. Sebelumnya dia tidak pernah tampil di publik sejak kelompok Taliban mengambil alih Afghanistan.

Dia mengatakan bahwa pemerintah baru akan "bekerja keras untuk menegakkan aturan Islam dan hukum syariah".[]

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...