Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Sudah Berumur 16 Tahun

Sejarah Kepemimpinan di Kabupaten Bener Meriah

HUMAS PEMKAB BENER MERIAHPusat kantor Pemerintahan kabupaten Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Pada tahun 2004 silam, Kabupaten Bener Meriah dimekarkan dari Kabupaten induk yakni Kabupaten Aceh Tengah.

Kini, usai Kabupaten Bener Meriah genap 16 tahun pasca diperingati hari kelahiran kabupaten penghasil kopi arabika itu Jumat 18 Desember 2020.

Kendati usianya masih belum terbilang cukup tua bila dibandingkan dengan Kabupaten lain yang ada di Provinsi Aceh, namun terhitung sudah 10 (sepuluh) Bupati yang telah memimpin Kabupaten dengan ibu kota redelong itu.

Bupati pertama memimpin adalah Husni Bahri Top yang memimpin sejak Janurai 2004 hingga 29 Maret 2005 dengan setatus Pelaksana tugas (Plt), selanjutnya Bupati kedua Saad Isra yang memimpin sejak 29 Maret hingga 29 Maret 2006 dengan setatus Plt.

Bupati ketiga yakni, Ruslan Abdul Gani sejak 29 Maret 2006 hingga 2007 dengan status Pelaksana Tugas, Bupati keempat yaitu Tagore Abubakar memimpin sejak 3 Maret 2007 hingga 3 Maret 2012 sekaligus Bupati defenitif pertama memimpin Bener Meriah dengan pasanganya Sirwandi Laut Tawar.

Bupati kelima adalah T Islah yang memimpin sejak 4 Maret 2012 hingga 11 Juli 2012 berstatus Plt, Bupati ke enam Ruslan Abdul Gani sejak 11 Juli 2012 hingga 24 Maret 2016 bupati defenitif kedua bersama pasanganya Rusli M Saleh.

Bupati ke enam yakni Rusli M Saleh memimpin sejak 24 Maret 2016 hingga 27 Oktober 2016 dengan status Plt, kemudian Bupati ke tujuh yakni Hasanuddin Darjo sejak 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Kemudian setelah selesai cuti karena mencalonkan diri sebagai Cawabub pada sejak 12 Februrai 2017 hingga 11 Juli 2017 Rusli M Saleh kembali menyelesaikan masa priodenya hingga selesai.

Bupati ke Delapan yakni Ismarissika yang menjabat sejak 12 Juli 2017 hingga 14 Juli 2017 dengan status Pelaksana Harian ( Plh ), kemudian Bupati ke Sembilan Ahmadi yang menjabat sejak 14 Juli 2017 hingga 5 Juli 2018 dengan status bupati defenitif ke tiga bersama pasanganya Tgk Sarkawi.

Dan Bupati ke sepuluh yakni, Tgk H Sarkawi yang memimpin sejak tanggal 5 Juli 2018 hingga sekarang, namun Bupati Sarkawi mengemban status Plt sejak 5 Juli 2018 hingga 30 April 2019. Kemudian setalah kasus hukum mantan Bupati Ahmadi Inkraht ( berkeuatan hukum tetap ) Sarkawi menajdi Bupati dengan status Bupati defenitif ke empat memimpin Bener Meriah hingga sekarang.

Di usia ke 16 tahun ini, banyak harapan masyarakat yang ditumpukan kepada Bupati Sarkawi untuk lebih meningkatkan kemajuan Kabupaten yang berhawa sejuk itu. Sebab bukan tanpa alasan, pasalnya baru-baru ini wakil DPRA Provinsi Aceh turut menyoroti pembanguan yang terbading terbalik dengan usaianya yang sudah 16 tahun.

Banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah daearah Bener Meriah untuk mengejar ketertingalan di bidang infrastruktur, harus banyak membangun krelasi dan menjalin komunikasi dalam mewujudkan pembanguan kedepan, itu menurut Hendra Budian.

Sementara, dari sudut pandang Maharadi Ketua LSM Jang-ko gayo, Pemerintah daerah Bener Meriah harus meningkatkan penataan dan penyelengaraan pemerintahan.

Justru itu, Maharadi mengingatkan pemerintah daerah belajar dari pengalaman yang telah dilalui Kabupaten Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...