Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Secara Politik Mualem Kandidat Gubernur Sudah Diperhitungkan

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH -Salah seorang akademisi dari Universitas Abuyatama (Unaya) Usman Lamreung mengatakan, jika Pilkada Aceh Tahun 2022 terlaksana, maka akan ada berbagai monuver politik dari para kandidat.

Mareka para kandidat kepala daerah kata Usman pasti mempersiapkan diri dengan memperkuat basis dukungan dan komunikasi politik sehingga mempengaruhi dinamika politik elit yang sedang terjadi di Aceh.

Salah satu partai lokal yakni Partai Aceh sudah menggelar dan konsolidasi partai di Meulaboh, dan tetap mengusung tokoh sentral partai yaitu Muzakir Manaf (Mualem) untuk kandidat Gubernur Aceh.

"Namun partai belum menentukan siapa tokoh yang akan mendampingi sebagai Wakil Mualem," ungkap Usman, Rabu (4/11/2020).

BACA JUGA:Pelantikan Gubernur Definitif Sempurnakan Hak Interpelasi DPRA

Memang katanya, isu Mualem berkeinginan maju dalam pertarungan perebutan tampuk kekuasaan (Gubernur Aceh) sudah kerab terdengar.

"Mualem maju dalam Pilkada sudah jauh-jauh hari terdengar dan sangat membumi, jika beliau bakal maju lagi sebagai kandidat gubernur di pilkada 2022," ungkap Usman Lamreung.

Menurutnya, Pilkada 2020 adalah penentuan Partai Aceh sebagai partai lokal, apakah masih tetap dihati rakyat Aceh atau bakal ditinggalkan rakyat Aceh sebagai Partai Lokal yang katanya konsisten memperjuangkan hak-hak politik lokal.

Hal ini penting bagi Partai Aceh, karena sudah 15 tahun Aceh damai, tapi pelaksanaan pembangunan, politik, ekonomi dan sosial belum sepenuhnya berjalan sesuai amanah UUPA dan MOU helsinki," tutur putra Aceh Besar ini.

Begitu juga dengan masalah lain seperti kemiskinan, pendidikan, lapangan kerja, dan berbagai kewenangan khusus lainnya.

"Nah, semua cerita keberhasilan selama ini hanya diulas dalam cerita dan cita-cita bukan dalam realita, karena elit yang tak mampu menkonsolidasikan dengan satu kepentingan Kesejahteraan dan keadilan rakyat Aceh," ujarnya.

Oleh karena itu, penentuan Mualem sebagai kandidat gubernur sudah diperhitungkan secara politik dan argumentasi lainnya oleh Partai Aceh, dan sudah barang pasti PA sudah siap melakukan berbagai monuver politik agar target tahun 2022 sukses.

Jangan lagi hilang momentum, Mualem harus realisasikan janji politik

Perlu dipahami, jualan politik sekarang tidak hanya pada figur atau kekuatan personal, namun juga harus mampu memberikan dan merealisasikan berbagai janji janji politik yang selama ini di dengungkan PA.

Isu kemiskinan, pendidikan, lapangan kerja dan beberapa kesepahaman MoU yang sudah di jabarkan dalam UUPA masih belum direalisasikan, maka untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat dan simpatisan maka para mantan petinggi GAM, harus bekerja untuk daerah dengan dibarengi bukti bukti konkrit.

"Jadi dalam setahun kedepan, PA harus berkerja estra memgembalikan kepercayaan pendukung, simpatisan dan mantan GAM," ujarnya.

Berbagai janji politik yang harus dilunasi adalah masalah pengetasan kemiskinan, lapangan kerja, mutu pendidikan, polimik bendera, dan masalah lainnya.

Nah, apabila masalah tersebut tak ada solusi dan masih hanya sebatas janji tanpa realisasi, maka sudah pasti PA bakal di tinggalkan pendukung, simpatisan dan Mualem akan kalah.

"Jika demikian yang terjadi, berati Aceh kehilangan momentum yang sudah dimiliki sejak awal damai 2005," imbuh Usman Lamreung.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...