Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Di Bener Meriah

Sebanyak Lima Kampung Terpilih Jadi Calon Desa Devisa Salah Satunya Kampung Waq Pondok Sayur

For acehimage.comKunjungan Dirjen Kemenkue ke Kampung Waq Pondok Sayur
A A A

ACEHIMAGE.COM – Beberapa waktu yang lalu, Kanwil DJKN Aceh bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melakukan koordinasi dengan Pemerintah daerah Aceh terkait pelaksanaan Coaching Program For New Exporter (CPNE) dan peninjauan calon Desa Devisa.

Kampung Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, adalah salah satu Kampung calon Desa Devisa dari empat Kampung lainnya di Kabupaten penghasil Kopi Arabika Gayo itu.

Reje Kampung Waq Pondok Sayur, Armada kepada media ini, Rabu, 29 Juni 2022 menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah yang telah memilih Kampung Waq Pondok Sayur menjadi salah satu calon Desa Devisa.

“Harapan kami, melalui program ini Pemerintah dapat membina para petani khususnya petani kopi untuk melakukan perawatan kopi dengan baik. Karena masih banyak petani kopi di Bener Meriah belum tau perawatan dan memperlakukan kopi dengan baik,” kata Armada.

“Di Bener Meriah, kopi adalah sebagai ibu ekonomi, tulang punggung masyarakat Bener Meriah. Pasalnya, banyak anak petani kopi yang  sukses di bidang pendidikanya,” tambahnya.

Warga Kampung Waq Pondok Sayur mayoritasnya adalah petani kopi, sejauh ini Alhamdulillah petani kopi di Kampung ini cukup baik sistem perawatan dan pengelolaannya. Kami berharap Pemerintah dapat membantu sistem yang maju yang menyentuh secara langsung kepada petani.

“Semoga melalui program Desa Devisa ini para petani khususnya petani kopi bisa sejahtera,” imbuhnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bener Meriah melalui Kabid UKM, Iwan Fitra menyampaikan, di kabupaten Bener Meriah sedikitnya ada lima Kampung yang masuk calon desa Devisa diantaranya, Kampung Waq Pondok Sayur, Kute Lintang, Panji Mulia I, Bale Redelong, dan Kampung Sedie Jadi.

Menurut Fitra, Devisa merupakan program pendampingan yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Indonesia Eximbank berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (Community development).

Program desa devisa memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pendampingan dan pengembangan masyarakat dalam program Desa Devisa ini, akan membawa produk lokal Indonesia mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat,” ungkap Fitra,

Katanya lagi, program CPNE disiapkan untuk UKM berorientasi ekspor yang ingin berkembang menjadi eksportir Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung melalui serangkaian tahapan-tahapan pelatihan dan pendampingan tertentu sehingga UKM yang unggul dan dapat bersaing di pasar global.

Fitra menerangkan, kegiatan tersebut bentuk sinergi dari Kemenkeu diantaranya DJKN, DJBC, DJP dan DJPB dengan LPEI sebagai salah satu bentuk dukungan Kementerian Keuangan atas perkembangan UMKM. Pungkasnya.

Sedangkan, anggota DPRK Bener Meriah, Zulham mengatakan, sangat mendukung sekali program tersebut. Bahkan, dirinya sebelumnya telah mengawali dari pertemuan dengan perwakilan Kemenkeu Kanwil DJKN Aceh pada bulan Maret tahun 2022 yang lalu.

Dari program yang disampaikan kami melihat jika dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan serta didukung oleh semua pihak baik itu pemerintah daerah dan masyarakat, kami yakin kedepannya akan dapat membuka peluang pasar yang lebih baik lagi.

“Baik itu pasar luar Negeri maupun pasar domestik sehingga dapat mendongkrak perekonomian rakyat khususnya petani kopi Gayo,” terang politisi PKB itu. []

Komentar

Loading...