Direksi, Komisaris Utama dan Karyawan/i PT. Atra Media Transformasi Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Taqabbalallahuninna wa Minkum, Mohon Ma'af Lahir dan Bathin ----- Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi manyampaikan pengunduran dirinya secara lisan dihadapan jama'ah shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Lapangan Babusalam simpang tiga, Minggu (24/5/2020) ----- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memeriksa dua orang oknum polisi berinisial R dan E yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pria yang diduga mengalami gangguan jiwa. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menjelaskan kedua polisi berpangkat brigadir itu merupakan anggota Polsek Nurussalam.

Satu OTG Covid-19 Kabur dari Tempat Isolasi

SAMSUDINBupati Bener Meriah Tgk Sarkawi meninjau langsung pelaksanaan penyemprotan disinfektan di Mess BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bener Meriah beberapa waktu yang lalu
A A A

BENER MERIAH – Salah seorang warga Bener Meriah berinisial S (22) berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) melarikan diri dari tempat menjalani isolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Pante Raya.

Wakil Ketua Bidang Publikasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah, Wahidi, saat dikonfirmasi Rabu (20/5/2020) membenarkan salah seorang warga Bener Meriah telah kabur dari BLK Pante Raya yang merupakan tempat isolasi bagi warga Bener Meriah yang memiliki riwayat perjalanan daerah terpapar Covid-19.

“S kabur dari tempat isolasi pada Selasa ( 19/5/2020) sekira pukul 18.00 wib, kemungkinan pada saat itu petugas lagi sibuk merujuk salah satu masyarakat yang reaktif berdasarkan rapid test “ jelas Wahidi.

Dikatakan Wahidi, seharusnya masa karantina S berakhir pada tangal 26 Mei 2020 karena masa inkubasi salama 14 hari untuk menginditifikasi gejala yang mengarah pada Covid-19.

Lebih lanjut Wahidi memaparkan, diduga S merasa trauma sehingga berinisiatif untuk meningalkan posko 3 tanpa sepengetahuan petugas disana. Selanjutnya setelah mengetahui S kabur petugas yang berada di posko 3 BLK Pante Raya langsung melakukan pencarian diseputaran posko namun yang bersangkutan tidak ditemukan.

“Petugas juga telah menghubungi pihak keluarga S dan aparatur Kampung tempat S berdomisili namun lagi lagi yang bersangkutan tidak ditemukan,“ujar Wahidi.

Untuk itu, lanjut Wahidi, apabila dalam waktu 1 X 24 jam yang bersangkutan tidak ditemukan maka petugas posko 3 BLK berhak melaporkan kepada pihak berwajib.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...