Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Satpol PP Tertibkan Pedagang Jemur Kopi di Badan Jalan

SAMSUDDINPedagang menjemur kopi di badan jalan
A A A

BENER MERIAH – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bener Meriah melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang kopi yang menjemur kopi green bean di badan jalan protokol, Rabu (23/12/2020).

Kasat Pol-PP Bener Meriah, Ir Muhmuddin kepada wartawan mengatakan berdasarkan Qanun nomor 02 tahun 2018 tentang ketertiban umum yang mengunakan badan jalan, maka setiap orang yang menganggu ketertiban umum harus ditertibkan.

Menurutnya, Satpol PP tidak hanya menertibkan para pedagang kopi apabila mengangu ketertiban umum dengan mengunakan badan jalan namun hal itu berlaku untuk siapapun yang melangar qanun nomor 02 tahun 2018

“Intinya kita akan tetap melarang dan menertibkan para pedagang yang mengunakan badan jalan guna untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat penguna jalan," kata Mahmuddin, Rabu (23/12/2020).

Pasalnya, bila badan jalan itu digunakan untuk tempat penjemuran kopi tentu badan jalan akan sempit yang dapat menimbulkan ganguan arus jalan dan dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakan bagi pengendara.

Pun demikian, untuk hari ini pihaknya masih memberikan peringatan kepada para pedagang untuk tidak menjemur kopinya mengunakan badan jalan protokol, namun jika mereka tetap membandel akan ditindak tegas dan menyita kopinya yang dijemur.

Kasat Pol-PP Bener Meriah, Ir Muhmuddin

“Saksi bagi pelangar qanun 02 tahun 2018 itu, hukuman kurungan selama 6 bulan dan denda sebesar 50 juta rupiah," kata Mahmuddin.

Dari pantauan media ini, beberapa pedagang melakukan penjemuran kopi di kawasan jalan jalur dua simpang Pendopo, jalan terminal ketipis.

Sebelumnya, dalam penertiban tersebut beberapa pedangan tidak terima dan bahkan mengancam akan melakukan penjemuran kopi dihalaman kantor Bupati jika mereka tetap dilarang menjemur di jalan tersebut.

Sebab alasan mereka, saat ini tidak ada lagi tempat penjemuran yang kosong di pabrik-pabrik karena hasil panen tahun ini semua menumpuk dan jika tidak dijemur maka kopi-kopi merka akan rusak dan akan menimbulkan kerugian bagi mereka (pedagang).

“Saat ini musim hujan, jadi biji kopi yang sudah digiling menumpuk disetiap gudang dan pabrik yang ada sehingga ketika cuaca cerah seperti hari ini kami memilih menjemur di lokasi ini," kata Salah seorang pedagang.

"Jika kami pedagang menghentikan pembelian terhadap kopi petani dikala musim hujan ini bagaimana nanti nasip para petani kopi tersebut tentuk ekonominya akan terpuruk. Untuk itu untuk saat ini kami mengharapkan kepada pemerintah untuk tidak melarang dan menertibkan kami untuk sementara menjemur di badan jalan,"pintanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...