Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Sarkawi Sampaikan Penyebab Bencana kepada Kepala BNPB

ISTIMEWABupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi saat mengikuti zoom meeting dengan Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo
A A A

BENER MERIAH – Persolan terjadi banjir dan longsor disebabkan berbagai hal seperti sistem drainase yang tidak baik, terjadinya penyempitan dan pendangkalan sungai serta banyaknya perbukitan yang beralih fungsi.

“Akibat hal-hal tersebut diatas, menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan longsor di daerah Bener Meriah, Aceh Utara dan Aceh Timur," kata Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi saat mengikuti zoom meeting dengan Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo, Senin (14/12/2020) malam.

Dikatakan Sarkawi, selama ini sering sekali mengurus asap dari pada pemadaman sember asap itu sendiri. “Kadangkala kita terlau sibuk menghilangkan asap sehingga kita lupa terhadap sumber asap itu sendiri yaitu api,” sebut Sarkawi.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor di Kabupaten penghasil kopi arabika itu berharap, bencana banjir dan longsor yang terjadi setiap tahun di Provinsi Aceh, perlu penanganan yang sangat serius, komprehensif dan interfensi dari pihak terkait.

“Seperti yang pernah saya sampaikan ketika di bandara Malikulsaleh 10 Desember lalu, penanganan bencana mulai dari hulu hingga kehilir perlu penanganan yang serius,"kata Sarkawi.

Dalam menangani persolan tersebut, Sarkawi juga berharap memperhatikan nilai-nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Ini harapan kami dari Bener Meriah sebagai daerah hulu, kita jangan hanya focus dihilir saja, tapi kami juga berharap daerah hulu ini juga perlu diperhatikan dan dilakukan sesuatu, kami juga perlu diayomi,” pungkas Bupati Tgk H Sarkawi.

Sementara Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dalam arahannya menyampaikan, perlu bersama-sama meningkatkan kemampuan, bekerjasama dengan semua lembaga terutama daerah agar memiliki kepedulian tinggi terhadap risiko bencana.

"BNPB tidak mungkin bisa menyelesaikan persoalan bencana sendiri jadi harus merangkul berbagai pihak, termasuk masyarakat,"ungkap Doni Monardo.

Kata Doni, kalau berbicara tentang lingkungan, berbicara tentang ekosistim, bicara tentang lingkungan hidup adalah berbicara tentang kemanusiaan.

“Kita perlu vioner di daerah untuk menggerakan hal ini, agar masyarakat ikut berpartisipasi, dan ini jangan dianggap proyek, saya ulangi ini jangan dianggap proyek, kalau ada anggapan ini proyek, saya pastikan ini pasti akan gagal, jadi bekerjalah dengan menggunakan hati nurani,” tegas Doni.

Ketua BNPB Pusat itu juga mengajak seluruh komponen masyarakat mencintai alam dan menjaga ekosistem, karena dengan cara ini tentu akan lebih baik dan sekaligus jadi modal besar untuk menjaga sekaligus mencegah terjadinya bencana.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...