Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 8 Desember 2022 episode ke 32 Tahun ke 3 dengan tema: Rp13 Miliar Dana Titipan di BRA Siapa Nikmati? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Samakan Persepsi, Pemkab Bener Meriah Sosialisasikan Program BAAS

SamsuddinPj Bupati Bener Meriah paparkan terkait stunting
A A A

ACEHIMAGE.COM – Dalam rangka menyamkan persepsi terkait pemahaman dan penanganan stunting, Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) menggelar sosialisasi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Forkopimda dan Forkopimda Plus Kabupaten Bener Meriah. Kamis 29 September 2022 yang berlangsung di Aula Setdakab setempat.

Penjabat (Pj ) Bupati Bener Meriah, Drs Haili Yoga dalam kesempatan itu mengharapkan seluruh elemen berkontribusi dan kolaborasi dalam penanganan stunting di daerah penghasil kopi arabika tersebut.

Menurut Haili Yoga, penekanan angka kasus stunting itu penting namun yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang stunting dan dampaknya.

“Saya rasa yang terpenting saat ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat apa itu stunting, agar penanganan kasus stunting dapat lebih efektif kita lakukan,”kata Haili Yoga.

Indikasi faktor terjadinya stunting secara langsung diantaranya, terkait masalah akses terhadap makanan bergizi, pola asuh yang kurang optimal, kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan ,praktik hygiene, atau masalah kesehatan lingkungan yang mempengaruhi akses air bersih dan sanitasi.

Sedangkan penyebab tidak langsung, dipengaruhi faktor ekonomi, perdagangan, urbanisasi, global, sistem pangan, jaminan sosial, sistem kesehatan, pembangunan pertanian.

Alhamdulillah, melalui inovasi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang telah kita lakukan mengantarkan Kabupaten Bener Meriah terbaik se-Aceh dalam penanganan kasus stunting. Bahkan sejumlah Kabupaten di Aceh akan bercontoh kepada Bener Meriah menekan angka stunting. Ungkap Haili Yoga.

Pada kesempatan itu Haili Yoga juga menerangkan, beberapa hari yang lalu, saya diminta sebagai narasumber terkait penanganan stunting di Kota Langsa yang diikuti 11 Kabupaten, kemudian tidak berselang lama saya kembali diminta sebagai narasumber di Nagan Raya yang diikuti 10 Kabupaten.

Keberhasilan kita dalam menekan kasus stunting selama ini dengan segala upaya yang melibatkan seluruh komponen itu mungkin biasa-biasa saja, namun ternyata bagi mereka yang ada di luar bahkan Pusat menilai ini adalah luar biasa.

“Untuk itu, mari berkolaborasi kita memberikan pemahaman dan menekan kasus stunting di daerah ini secara aktif,”ajak Haili Yoga.

Dijelaskan Haili Yoga, fenomena di lapangan, banyak masyarakat yang ogah (tidak mau) anaknya ditimbang karena mereka merasa stunting itu aib. Nah pemahaman-pemahaman tentang itu yang harus kita lakukan agar masyarakat mau menimbang anaknya saat posyandu.

“Inilah salah satu peran bapak asuh hadir memberikan sentuhan, kemudian kebetulan masyarakat tersebut miskin atau ekonominya lemah bisa nanti bapak asuh membawa sedikit rezekinya disedekahkan kepada masyarakat tersebut. Sentuhan ini dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga tidak ada lagi masyarakat ekonominya lemah tidak tersentuh oleh pejabat,”terang Haili Yoga.

Disampaikan Haili Yoga, kegiatan sosialisasi hari ini telah berkolaborasi dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Bener Meriah, baik Forkopimda maupun jajaran vertikal sampai ke lapisan masyarakat termasuk perwakilan Bank semuanya berkontribusi untuk memahami stunting sehingga penurunan stunting itu terjadi.

Hari ini juga, kita telah memasuki eksekusi terkait tentang bapak asuh. Dari 232 desa di Bener Meriah, semuanya sudah memiliki bapak asuh yang berkontribusi. Apabila nanti ada masyarakat yang stunting maka akan ditangani bapak asuh. Ini adalah salah satu sentuhan dari pejabat di daerah ini.

Ditegaskan Haili Yoga, rata-rata terdampak stunting adalah masyarakat yang ekonominya lemah, jadi salah satu kewajiban bapak asuh adalah membantu masyarakat yang kurang mampu. Papar Haili Yoga.

Sementara itu, Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto menegaskan pihaknya sangat mendukung program Pemkab Bener Meriah dalam menangani kasus stunting. “Kita sangat mendukung program BAAS ini, nantinya saja akan menurunkan personel di kapolsek karena setelah saya cek Kapolres sendiri mendapat tiga desa binaan dan para kapolsek mempunyai dua desa binaan,”ucap AKBP indra.

Disamping itu, Bhabinkamtibmas juga berperan dalam penurunan kasus stunting ini. artinya Polri khususnya Polres Bener Meriah mendukung penuh isu strategis yang diturunkan. Jelasnya.

Senada dengan Kapolres Bener Meriah, Mayor Inf M Indra Kasdim Bener Meriah juga menyampaikan sangat mendukung program Pemkab Bener Meriah dalam penurunan angka stunting.

“Dalam hal yang positif terhadap masyarakat, tentu kami TNI mendukung penuh, dan menyambut dengan baik kolaborasi ini. Sebab, semakin banyak yang terlibat maka semakin mempercepat penurunan angka stunting itu,”

“Ibarat sapu jika hanya satu biji saja maka tidak bisa untuk membersihkan sampah, namun apa bila banyak insyaallah sampah itu dapat dibersihkan,”imbuh Mayor Inf M Indra.[]

Komentar

Loading...