Penolakan terhadap rencana Tgk H Sarkawi mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah terus bermunculan, jika sebelumnya penolakan tersebut datang dari HPBM dan Partai PKS, kali ini hampir seluruh unsur agama islam di daerah berhawa sejuk itu juga menyatakan sikap menolak pengunduran diri Sarkawi sebagai Bupati.

Terkait Aksi Jemur Kopi

Said: Saya Menduga Ada Oknum yang Memanfaatkan Situasi

ISTIMEWASaid Bukit
A A A

BENER MERIAH – Pertemuan antara pengepul (toke) kopi dengan calon pengelola Sistem Resi Gudang (SRG) pada Selasa (21/4/2020) di aula Setdakab Bener Meriah terkait pembahasan anjloknya harga kopi akibat musibah Covid-19 tidak menuai hasil seperti yang diharapkan.

Karena para perwakilan toke dan petani kopi Bener Meriah yang hadir tersebut merasa sistem resi gudang yang ditawarkan pemerintah setempat untuk mengatasi anjloknya harga kopi dinilai tidak efektif, dengan banyaknya mekasnisme dan regulasi yang harus diterapkan .

Baca juga :Sejumlah Toke Jemur Kopi di Depan Kantor Bupati

Sehingga, toke dan petani kopi yang hadir meningalkan ruangan pertemuan kendati diskusi sedang berlangsung dan kemudian mereka membuat aksi dengan menjemur kopi gelondong (kopi merah) di depan Kantor Bupati Bener Meriah.

Pasca kejadian tersebut, salah seorang toke kopi Said Bukit yang ikut dalam diskusi dengan calon pengelola resi gudang yang difasilitasi oleh Bupati Bener Meriah membantah pihak yang menuding Bupati Sarkawi lari dari persoalan yang sedang dihadapi para petani dan toke kopi.

Baca jugaSarkawi Tanggapi Keluhan Toke dan Petani Kopi

"Saya menduga ada oknum yang memanfaatkan situasi kemarin untuk memprovokasi para toke agar tidak mempercayai Pemda Bener Meriah yang berupaya mencari solusi," tegas Said, Rabu (22/4/2020).

Padahal pada Senin (20/4) lalu, kata Said, Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi telah memberikan arahan kepada sejumlah toke kopi untuk membahas secara teknis dan detail terkait Sistem Resi Gudang dan pembentukan kelompok tani.

"Kemudian menindaklanjuti pertemuan tersebut, Bupati Bener Meriah yang diwakili Asisten II Abdul Muis, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan memfasilitasi kami ( Toke ) untuk berdiskusi dengan calon pengelola Resi Gudang tepatnya pada hari Selasa (21/4/2020),"ujar Said.

Oleh sebab itu, ia bersama bersama toke kopi lainnya tetap mendukng Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mengaktifkan resi gudang sebagai solusi dalam membantu petani kopi di Bener Meriah dan segera membentuk kelompok tani di tingkat lapangan sebagai syarat penitipan di resi gudang tersebut.

"Pada perinsipnya, kami toke kopi tidak ada niat sedikitpun untuk menyalahkan malah kami sangat mendukung karena Bupati juga telah memfasilitasi menghadirkan pihak Bank untuk bertemu langsung dengan para toke kopi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Bener Meriah,"

“Bahkan pihak Bank mengatakan siap membantu hasil kopi petani, dan Bupati juga mengajukan dana talangan ke pusat yang mencapai 1 triliun," papar Said.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...