Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Safaruddin Minta Petugas Vaksinator Kedepankan Cara-Cara Persuasif

MC DPR AcehWakil Ketua DPRA, Safaruddin,S.Sos, M.S.P
A A A

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPRA, Safaruddin SSos MSP mengomentari aksi pembubaran paksa vaksinator dari Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya (Abdya) oleh ratusan warga yang berada di PPI Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Selasa (28/9/2021) pagi.

Politikus Partai Gerindra ini menduga pembubaran itu terjadi akibat strategi pendekatan yang dilakukan salah atau kurang tepat dan belum massifnya sosialisasi vaksinasi oleh pemerintah setempat.

Harusnya, petugas kesehatan bisa terlebih dahulu melakukan pendekatan melalui kepala desa atau petugas PPI Ujong Serangga sebelum menurunkan tim vaksinator ke lokasi yang ditargetkan.

"Pendekatan yang dilakukan petugas kesehatan tidak dengan cara persuasif dan tidak didasari semangat kearifan lokal yang dimiliki di daerah setempat. Ini strategi pemerintah salah dan keliru," kata Safaruddin.

Harusnya petugas tutur Safaruddin, terlebih dahulu dipertimbangkan baik buruknya vaksinasi. Sehingga dengan sendirinya masyarakat akan mengikuti program vaksinasi tanpa merasa ada paksaan. "Ngapain rakyat dipaksa-paksa," katanya.

Disisi lain, politikus asal Aceh Barat Daya (Abdya) ini juga menyorot cara petugas vaksinasi mendatangi warga ketempat tertentu. Seharusnya program vaksinasi bisa dilakukan di Puskesmas atau meunasah gampong atau tempat yang lebih steril.

Jadi bukan dengan mendatangi langsung PPI Ujung Serangga, sehingga masyarakat yang ingin beli ikan merasa terancam dan berdampak pada terganggunya perputaran ekonomi masyarakat nelayan. "Gara-gara dibuat poskonya disana (PPI Ujong Serangga). Kemudian model sistem paksa, orang tidak mau datang ke sana," ungkap Safaruddin.

Dikatakan, sikap dan kebijakan tersebut dinilainya sedikit tidak populis ini harus ditinggalkan.

Safaruddin sendiri  menegaskan dirinya sangat mendukung program vaksinasi dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Vaksinasi itu katanya sebuah keniscayaan untuk perlindungan diri sendiri dan orang lain. Akan tetapi harus dilakukan dengan cara persuasif dan humanis. "Nah, jangan sampai karena mengejar target, lalu kegiatan vaksinasi mengganggu sendi- sendi kehidupan masyarakat, " ujarnya.

Apalagi lanjutnya selama pandemi ini masyarakat sudah sangat terjepit ekonomi.

Sebagai putra daerah ia pun merasa kecewa dan meminta kejadian seperti itu tidak terulang lagi. "Saya mendukung vaksin, tapi strategi pendekatannya harus dilakukan secara persuasif dan humanis. Jangan ada unsur paksaan," demikian Safaruddin.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...