Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Partai Golkar Pecah Kongsi

Sabri: Apakah Bang Zaini Sadar?

AK JailaniZaini Yusuf dalam pidatonya menyatakan PNA bergabung dengan Nasdem di DPRK Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH -   Kamis (19/9) lalu ada suasana tarik-menarik  dalam pembentukan fraksi di DPRK Banda Aceh. Dimana salah seorang anggota dewan dari Partai Nanggroe Aceh saling ditarik oleh Nasdem dan Golkar.

Lihat postingan ini di Instagram

Ketua DPRK Sementara Tati Meutia Asmara pimpinan sidang paripurna

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Karena Golkar dan Nasdem sama-sama hanya memiliki 3 perwakilan di DPRK. Sehingga tidak cukup untuk membentuk satu fraksi. Sebab syarat untuk satu fraksi di sana (DPRK Banda Aceh) harus memiliki 4 anggota.

Dikarenakan, Partai Nanggroe Aceh (PNA) hanya memiliki satu kursi sehingga secara aturan harus bergabung dengan Fraksi lain yang ada di DPRK. Juga sama halnya dengan dua partai nasional tadi.

Nasdem dan Golkar hanya butuh satu kursi lagi untuk bisa membentuk fraski. Itu sebabnya mareka saling menarik perwakilan dari PNA tadi yang hanya seorang diri.

Lihat postingan ini di Instagram

Ketua PNA Banda Aceh Zaini Yusuf

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Memang sebelumnya, Plt sekwan DPRK Banda Aceh dalam membacakan surat-surat masuk dalam rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua sementara DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara dan didampingi oleh wakil sementara Usman. Husaini (dari PNA) sempat diusulkan oleh Dewan Pimpinan Tingkat II Partai Golkar Banda Aceh dan surat dari Dewan Pimpinan Pusat PNA untuk menjadi sekretaris fraksi gabungan Partai Golkar dan PNA.

Hal serupa, Husaini juga diusulkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kota Banda Aceh dan  Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh Kota Banda Aceh untuk menjadi anggota fraksi bersama Nasdem- PNA.

Dalam paripurna itu, Partai Nasdem dan Golkar saling mempertahankan surat yang keduanya ditandangani oleh ketua PNA Banda Aceh, Zaini Yusuf.

Pihak sekretariat DPRK Banda Aceh sempat menghadirkan Zaini Yusuf dalam paripurna penetapan fraksi-fraksi itu. Dalam pidato klarifikasinya, adik kandung Irwandi Yusuf itu dengan suara lantang menyatakan PNA memilih untuk bergabung degan Nasdem.

Lihat postingan ini di Instagram

BANDA ACEH - Kamis (19/9) lalu ada suasana tarik-menarik dalam pembentukan fraksi di DPRK Banda Aceh. Dimana salah seorang anggota dewan dari Partai Nanggroe Aceh saling ditarik oleh Nasdem dan Golkar. Karena Golkar dan Nasdem sama-sama hanya memiliki 3 perwakilan di DPRK. Sehingga tidak cukup untuk membentuk satu fraksi. Sebab syarat untuk satu fraksi harus memiliki 4 anggota. Dikarenakan, Partai Nanggroe Aceh (PNA) hanya memiliki satu kursi sehingga secara aturan harus bergabung dengan Fraksi lain yang ada di DPRK. Juga sama halnya dua partai nasional tadi. Nasdem dan Golkar hanya butuh satu kursi lagi untuk bisa membentuk fraski. Itu sebabnya mareka saling menarik perwakilan dari PNA tadi yang hanya seorang diri. Memang sebelumnya, Plt sekwan DPRK Banda Aceh dalam membacakan surat-surat masuk dalam rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua sementara DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara dan didampingi oleh wakil sementara Usman. Husaini (dari PNA) sempat diusulkan oleh Dewan Pimpinan Tingkat II Partai Golkar Banda Aceh dan surat dari Dewan Pimpinan Pusat PNA untuk menjadi sekretaris fraksi gabungan Partai Golkar dan PNA.

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Atas pilihan PNA memilih bergabung dengan Nasdem di DPRK Banda Aceh, membuat partai berlambang Pohon Beringin itu kehilangan fraksi.

Dengan menarik diri, Partai Nanggroe Aceh (PNA) dari gabungan bersama itu membuat Partai berlambang pohon beringin itu "tumbang" di DPRK Banda Aceh sehingga harus bergabung ke fraksi yang lain.

Akan tetapi, hingga saat ini, tiga perwakilan anggota dewan dari partai Golkar belum menentukan pilihan. Artinya mereka dipastikan masih melakukan lobi-lobi politik sampai harus kemana mareka bersandar.

Seperti diketahui, Partai Golkar hanya memperoleh tiga kursi di DPRK Banda Aceh yaitu Iskandar Mahmud, Sabri Badruddin, dan Kasumi Sulaiman.

Jalan Sidang Paripurna

Tak sedingin itu, Sabri Badruddin yang merupakan anggota DPRK dari Golkar sebelum ketua Partai Nangroe Aceh (PNA), Banda Aceh, Zaini Yusuf hadir dalam rapat paripurna sempat beberapa kali melakukan interupsi kepada pimpinan sidang paripurna yang menyatakan mareka yang lebih berhak membentuk fraksi bersama  Golkar-PNA dibandingkan Nasdem-PNA.

Namun perwakilan dari Nasdem seperti Heri Julius, Daniel Abdul Wahab dalam sidang paripurna itu juga sempat memberikan pandangan dan saran dalam penetapan fraksi bersama itu dalam forum paripurna tersebut.

Dua perwakilan Golkar, Sabri Badruddin dan Iskandar Mahamud terlihat gencar meminta Ketua sementara DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara untuk berhati-hati dalam memutuskan penetapan fraksi-fraksi.

Berbeda dengan Kasumi Sulaiman yang terlihat diam membisu dalam paripurna penetapan fraksi-fraksi.  Dia tak sekalipun memberi saran dan pandangan kala itu.

"Ibu ketua, harus berhati-hati dalam memutuskan, karena sejarah mencatat nantinya," cetus Iskandar Mahmud. Iskandar tak hanya sekedar kader biasa dalam struktur DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Banda Aceh, disana dia menjabat sebagai ketua.

Sabri Sempat Pertanyakan Kesadaran Zaini

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh dari Partai Golkar, Sabri Badruddin sempat menyatakan dirinya kebingungan atas langkah dan pilihan Zaini yang menyatakan Partai yang dipimpinnya itu memilih bergabung dengan Partai Nasdem.

Sabri kala itu sempat mempertanyakan kesadaran pikiran Zaini Yusuf. Karena dinilai tak konsisten dalam menentukan pilihan. Pun demikian, Zaini dimata politisi Partai golongan karya (Golkar) itu merupakan sosok panutan yang sangat dikagumi.

“Waktu itu, apakah abang saya ini, bang Zaini ini dalam keadaan sadar bang?, itu pertanyaan pertama, silakan menjawab bang” tanya Sabri.

“Terus?,” timpal Zaini.

“Silakan menjawab bang, pertanyaannya singkat saja” tambah Sabri lagi.

Atas pertanyaan dari Sabri, Ketua DPW PNA Banda Aceh, Zaini Yusuf terlihat langsung menceritakan jalannya proses koalisi antara PNA dengan Nasdem begitu juga dengan Golkar. Namun diakhir pidatonya dalam forum paripurna itu PNA berkomitmen memilih bersama Nasdem.

“Bahwa sikap kami adalah dengan Nasdem, saya rasa itu yang dapat saya sampaikan,”ungkap Zaini mengakhiri Pidatonya.

Untuk diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh memiliki enam fraksi. Enam fraksi itu diantaranya; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Demokrat.

Selain itu, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Nasdem - PNA dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)- Partai Aceh (PA).

Penetapan tersebut diambil dalam paripurna pembukaan masa persidangan I tahun sidang 2019/2020.  Paripurna tersebut mengagendakan pengumuman pembentukan fraksi - fraksi dewan, dan pengumuman penetapan usulan calon pimpinan definitif DPRK Banda Aceh masa jabatan tahun 2019-2024 , serta  penetapan peraturan tata tertib DPRK Banda Aceh, Kamis (19/9/2019).

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...