Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Diduga Tak Kantongi Izin

SA Pemilik Galian C Ditahan Kejari Bener Meriah

Kejari Bener Meriah terima tersangka pemilik galian C diduga tidak mengantongi izin dari Polres Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Kejaksaan negeri Kabupaten Bener Meriah menahan seoarang pengusaha galian C yang berinisial SA diduga tidak mengantongi dokumen izin penambangan.

Bersama SA, Kejari juga menahan barang bukti yang diserhakan Polres Bener Meriah diantaranta, satu unit excavator Becko Merk Hitachi Ex-200-1 warna orange dengan nomor seri : 145-47703 dan nomor mesin : 6BD1-598428.

“Hari ini kita menerima tersangka SA pemilik galian C dari Polres Bener Meriah, dan beberapa barang bukti yang diserahkan pada pukul 17.00 wib, “ kata Kepala Kejari Bener Meriah Agus Suroto SH MH melalui keterangan tertulisnya, Senin, 16 Agustus 2021

Barang bukti lainnya yang diamankan, satu set ayakan pasir terbuat dari besi, 1 exemplar asli Surat keputusan (SK) Kepala Energi dan Mineral Aceh nomor : 540/308/KDESDM/2020 tanggal 26 Agustus 2020, tentang wilayah pertambangan untuk perpanjangan izin usaha.

Satu exemplar Surat Keputusan  Kepala dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor : 540/DPM PTSP/124 79/IUP-OPI/2020, tentang pemberian perpanjangan izin usaha pertambangan operasi produk komodoitas batuan.

Serta barang bukti, satu buah buku catatan warna merah bermotif garis yang berisikan catatan penjualan material pasir dari lokasi galian C milik SA. Jelas Agus Suroto

Agus menerangkan, pada Minggu 6 Desember 2020 lalu, sekira pukul 10.00 wib saksi diperintahkan Kasat Reskrim Polres Bener Meriah melihat satu unit kendaraan alat berat excavator sedang mengali dan mengayak pasir dilokasi galian C Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

“Saat pihak Reskerim menanyakan kepada pengawas lapangan, ia tidak mengetahui perihal kegiatan pengalian dilokasi, guna untuk mengetahui dokumen izin pengalian pihak kepolisian meminta SA datang ke pengalian untuk menunjukan izin galian C miliknya,”

“Namun, SA tidak dapat menunjukan dokumen kegiatan pertambangan galian C miliknya kepada Kasat Reskrim Polres Bener Meriah,”tambah Agus

Karena SA tidak dapat menunjukan dokumen izin usaha pertambangan galian C miliknya, ia disangkakan melanggar pasal 158 Jo pasal 35 dari Undang-Undang RI nomor 3 Tahun 2020, tentang perubahan atas Undang-undang nomor  4 Tahun 2009, tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Bahwa berdasarkan surat perintah Kajari Bener Meriah ( P-16 A) nomor : Print-367/L.1.30/Eku.2/08/2021 tanggal 16 Agustus 2021 Jaksa yang menangani Perkara tersebut, yakni Ahmad Lutfi SH (Ajun Jaksa), dan Widi Utomo SH (Ajun Jaksa).

Berdasarkan surat perintah Kajari Bener Meriah (T-7) Nomor : Print-368/L.1.30/Eku.2/08/2021 tanggal 16 Agustus 2021  tersangka ditahan selama 20 hari terhitung tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 04 September 2021 di Rutan Polres Bener Meriah. ungkap Agus Suroto[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...