Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Rumahnya Diamuk Gajah Liar, Dahari Bersama Keluarga Pasrah dan Berdoa Bertahan Didalam Rumah

IstKondisi rumah warga yang dirusak gajah liar
A A A

BENER MERIAH – Gajah liar kembali mengobrak abrik rumah warga. Kali ini rumah Dahari 32 tahun, dan rumah Irwandi warga Kampung Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah diobrak abrik hewan bertubuh besar itu.

Bahkan, saat gajah liar itu memprok porandakan rumah bagian dapur Dahari, Dahari bersama istri dan kedua anaknya pasrah sembari berdoa untuk keselamatan mereka  di dalam rumah tersebut .

“Saat seekor gajah sedang merusak rumah bagian dapur, Dahari bersama keluarganya kebetulan berada didalam rumah. Mereka hanya bisa pasrah dan berdoa sebab di depan rumah juga seekor gajah liar lainnya sedang asik menyantap pohon pinang,” kata Safrizal operator Kampung Ulu Naron, saat dikonfirmasi, Sabtu, 6 November 2021 via Seluler.

Menurut Safrijal. Peristiwa itu terjadi dini hari sekira pukul 03.30 wib, kurang lebih selama 20 menit gajah liar itu merusak rumah bagian dapur dan menghancurkan isinya.

Begitu juga dengan rumah Irwandi, bagian dapurnya juga diamuk gajah liar, peralatan dapur tidak luput dari sasaran hewan yang dilindungi itu. Beruntungnya saat kejadian Irwandi tidak berada didalam rumah.

“Sore kemarin Irwandi pulang Kekampung Sabun, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah,” ujara Safrizal.

Atas peristiwa itu, selain rumah Dahari dan Irwandi rumah kebun milik Jafar, Basuki dan Dedi juga dirusak. Begitu juga tanaman warga seperti, Kelapa Sawit, Pinang, Kelapa, Pisang juga telah banyak yang dirusak.

Ia mengaku, selama gajah itu berkeliaran di wilayah Kampung Ulu Naron, warga disana telah melakukan jaga malam selama sebulan tiap malam. “Warga disini terdiri dari 80 Kepala Keluarga, selama satu bulan terakhir kami tiap malam jaga malam bergiliran,” ungkapnya.

Jarak dari pos jaga dengan rumah korban, sekitar 1 kilometer, sehingga kami baru tau setelah korban melapor ke aparat desa sekira pukul 06.30 tadi pagi.

Setelah menerima laporan tersebut, kita langsung memberitahukan kepada Kalak BPBD Bener Meriah, dan kami juga melaporkan hal ini kepada BKSDA.

“Waktu kami menelepon BKSDA, mereka menyampaikan nanti CRU akan datang kesana untuk mengiring gajah liar itu,” papar Safrijal.

Dijelaskan operator Kampung Ulu Naron, pasca kejadian itu warga Dusun Buge Maju bergotong royong memperbaiki rumah korban amukan gajah.

Safrijal dan seluruh masyarakat Kampung Ulu Naron, berharap kepada pihak terkait  mengambil tindak lanjut untuk menangani gajah liar yang berkeliaran di wilayah tersebut, agar masyarakat disini tidak resah.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...