Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Rumah Warga di Bener Meriah Diterjang Badai

DOK BPBDRumah milik Sabrin diterjang badai
A A A

BENER MERIAH – Angin kencang menerjang rumah Sabrin (31) warga Kampung Seni Antara Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Akibatnya rumah semi permanen tersebut roboh.

Plt Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Bener Meriah, Safriadi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Anwar Sahdi melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, peristiwa itu terjadi dini hari sekira pukul 02.00 wib, Minggu (11/10/2020).

Menurut taksiran, kerugian yang dialami Sabirin mencapai Rp80 jutaan. Karena rumah yang ditempati tiga jiwa itu rata dengan tanah.

“Rumah tersebut ditempati Sabrin bersama istrinya dan satu orang anaknya, dan untuk sementara mereka terpaksa tinggal dirumah keluarga dekatnya,"ujar Anwar.

Dikatan Anwar Sahdi, pihaknya telah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban berupa beras, mei instan, dan sembako serta peralatan tidur dan terpal.

“Tim BPBD yang dipimpin Kabid Kedaruratan telah menyalurkan bantuan masa panik, “terang Anwar.

Disebutkannya, dalam beberapa hari ini kecepatan anggin relatif tinggi disertai hujan dengan intensitas tinggi. Utnuk itu BPBD menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.

“Kami mengehimbau masyarakat selalu waspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang sedang terjadi dengan memastikan bangunan aman dari terpaan angin kencang serta, memastikan instalasi listrik sehingga tidak terjadi kebakaran, “ imbuh Anwar Sahdi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Almanar saat dikonfirmasi via telepon mengatakan pihaknhya akan membantu sandang pangan untuk korban angin kencang warga Seni Antara.

“Kita besok akan menyalurkan bantuan sandang pangan, sebab tadi informasi yang disampaikan Tim Tagana saat ini korban tidak berada ditempat, untuk itu besok akan kita antar bantuan dari Dinsos," pungkas Almanar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...