Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Rombongan DPRK yang Ikut Bimtek Jalani Rapid Test

SAMSUDDINPimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah menjalani Rapid Test
A A A

BENER MERIAH – Pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah hari ini menjalani Rapid Test dan hasil seluruhnya non reaktif, hal itu dilakukan guna memastikan bahwa mereka tidak terpapar COVID-19 pasca mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) di Medan Sumatra Utara.

Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengatakan semua rombongan yang mengikuti Bimtek ke Medan telah menjalani rapid test dan alhamdulilah hasilnya semua non reaktif.

Dikatakanya, selama menjalani Bimtek di Medan semua mematuhi protokol kesehatan bahkan penerapannya lebih ketat di sana.

“Malah bila dibandingkan dengan disini, penerapan prokes kesehatan lebih ketat disana, dimana kalau masuk ke tempat Bimtek benar-benar dipastikan mematuhi prokes dengan memakai masker, dan mengecek suhu tubuh,"jelas MHD Saleh.

Menurut Saleh, sebelum berangkat Bimtek kemarin, hampir semua rombongan terlebih dahulu menjalani rapid test dan hari ini juga setelah pulang juga dilakukan rapid test COVID-19. Hal itu semata-mata memastikan bahwa mereka tidak dalam posisi terpapar wabah virus corona.

Lanjutnya, kegiatan Bimtek yang dilaksanakan tersebut sangat penting dilakukan mengingat dalam waktu dekat harus segera melaksanakan sidang Rapat Kerja Anggaran (RKA) dan kita menyadari anggota DPRK Bener Meriah saat ini kebanyakan orang-orang baru.

“Kita dalam waktu dekat harus melaksanakan sidang RKA karena batas waktu pelaksanaan sidang RKA itu hingga 27 sampai 28 September hasilnya segera harus disampaikan ke tingkat Provinsi,"tegas Politisi Golkar itu.

Seketaris Dewan (Sekwan) DPRK Bener Meriah, Riswandika Putra

Sementara itu, Seketaris Dewan (Sekwan) DPRK Bener Meriah, Riswandika Putra menuturkan, sebanyak 28 orang rombongan yang berangkat Bimtek ke Sumatra Utara (Medan) yang teridiri 20 anggota DPRK termasuk unsur pimpinan, enam orang pendamping dua orang ajudan .

"Hasil rapit test semua hasilnya non reaktif, dan kita juga sudah memprediksi awal kalau memang pun ada hasilnya reaktif tentu harus di isolasi dan ada tindakan lanjutan dari Dinas Kesehatan yang sudah kota koordinasikan mengambil langkah swab,"ujar Riswandika.

Menyangkut sumber anggaran utnuk kegiatan Bimtek tersebut, sambung mantan Jubir gugus tugas penangan Covid-19 Bener Meriah mengatakan bahwa itu bukan mata anggaran yang baru melainkan sudah disahkan pada tahun 2019 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Kegiatan Bimtek ini jauh-jauh hari yakni sejak bulan Januari sudah dijadwalkan, tapi berhubung kita ada break Covid pada waktu itu dan penetapan status maka tidak dilanjutkan kembali, kegiatan ini juga dilaksanakan ketika presiden menetapkan new normal baru,"katanya.

Katanya lagi, agar labih efektif dan efesien pelaksaanan itu maka dilaksanakan di Sumatra Utara bekerjasama dengan lembaga yang telah terdaftar di Kemendagri (LPPN) sebagai penyelangar kegiatan Bimtek, sebab selain di daerah ini belum memiliki fasilitas tentu juga ada pertimbangan-pertimbangan lainya yang menjadi pertimbangan kita.

Peningkatakn kapasitas, merupakan hak dari anggota DPRK dan hal itu tertuang dalam peraturan dan tatatertib (Tatib) DPRK. Justru itu agar fungsi pengawasan lambaga legislatif sesaui dengan tufoksinya maka penting mengikuti Bimtek yang kebetulan materinya menyakut dengan tata cara penyusunan dan pengelolaan serta proses akuntasi keuangan DPRD dan seketariad DPRD dan optimalisasi peran DPRD dalam pengangaran dan pengawasan serta pembuatan peraturan daerah.

Sebelunya, dalam rilisnya Ketua LSM Cempege Institute (CI) Bener Meriah, Khairudin, meminta katua dan anggota DPRK Bener Meriah bersama rombongan untuk melakukan tes swab dan wajib mengikuti prokol kesehatan Covid-19 salah satunya dengan mengisolasi mandiris selama 14 hari kedepan karena baru pulang dari zona merah.

"Hari ini kami mendegar seluruh anggota DPRK dan rombongan yang pergi Bimtek ke Medan sudah masuk kantor dan beraktivitas seperti biasa, anggota DPRK harus memberi contoh yanbg baik, harus ikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat,"ujar Khairuddin beberapa waktu lalu.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...