Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Soal Pangdam Jaya Vs Imam Besar FPI

Rocky Gerung, Jangan Menertibkan Politik Dengan Kekuatan Ekstra Sipil

Rocky Gerung
A A A

JAKARTA - Perseteruan antara Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab makin mengerucut.

Seperti dilansir, GenPI.co, Senin 23 November 2020, Akademisi Rocky Gerung pun menyesalkan terkait sikap Habib Rizieq Shihab maupun Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Sebab, menurutnya kedua sosok ini dinilai sama-sama emosional.

"Itu yang saya sesalkan, Pangdam Jaya terbawa emosi tuh. Habib Rizieq juga sering emosional asal ngomong aja. Mungkin karena watak pergaulan kultur Petamburan Tanah Abang begitu tata bahasanya," jelas Rocky Gerung, Sabtu (21/11).

Dalam tayangan video pada akun YouTube Rocky Gerung Official, mantan dosen Universitas Indonesia ini menyindir Pangdam Jaya dengan menyebutnya berasal dari lingkungan serupa.

"Tapi Pangdam Jaya juga mungkin punya lingkungan yang sama. Ingin mengucapkan kalimat yang tegas dan membuat publik tercengang," ujar Rocky.

Rocky menyadari bahwa gaya bicara seperti itu sebenarnya tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada saat ini.

"Tapi dua-duanya tidak menyelesaikan soal tetap ada konflik kekuasaan.
Orang tetap anggap Habib Rizieq oposisi Jokowi, jadi itu yang terbenam di dalam pikiran publik," bebernya.

Maka dari itu, seharusnya sebagai pengamat tidak masuk ke ranah tersebut.

"Karena itu jangan masuk dalam peselisihan itu, seharusnya kita menghindar dari perselisahan itu sebagai pengamat, militer, atau petugas ketertiban," ungkap Rocky.

"Jangan menertibkan politik dengan kekuatan ekstra sipil, itu sebetulnya intinya," tambahnya.

Cuma persoalan dua-duanya show off

Menurut Rocky, nantinya akan ada jalan keluar untuk menyelesaikan perseteruan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dengan Habib Rizieq Shihab.

"Nanti mendapat cara untuk sama- sama Habib Rizieq bisa mengendurkan urat sarafnya, demikian juga Pangdam," kata Rocky.

Saat ini, baik Pangdam Jaya maupun Habib Rizieq Shihab sedang saling unjuk kekuatan.

"Cuma persoalan show off dua- duanya, Habib Rizieq show off sebagai warga sipil, Pangdam juga show off karena merasa bertanggung jawab pada keamanan Jakarta," jelas Rocky.

"Jadi dua kekuatan dipertandingkan dan publik akhirnya menghubungkan dengan kepentingan Istana. Istilah gua, semuanya saling kirim sinyal, tentu Pangdam kirim sinyal pada Istana, Habib Rizieq kirim sinyal ke masyarakat sipil," tambahnya.

Menurut Rocky, bahwa Jokowi harus menentukan persoalan pencopotan baliho Habib Rizieq ini masuk ranah politik atau kriminalitas.

"Sehingga komposisi hari ini adalah skornya sebetulanya ya satu sama antara Istana dan Habib Rizieq. Saya ikuti komentar dari pakar pengamat militer dan FPI, saling kirim kalimat diplomatis, yang terganggu Presiden Jokowi." ujar Rocky.

"Karena mesti putuskan ini peristiwa politik atau kriminal yang mengganggu ketertiban, apakah tindakan Pangdam dibenarkan secara Undang-Undang. Ini semua akan jadi nada tinggi perdebatan politik seminggu ini," imbuhnya.

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...