Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Rindu ke Rizieq Kalahkan Rasa Takut Massa dari Covid-19

ANTARAMassa dari berbagai daerah memadati akses tol menuju bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020).
A A A

JAKARTA- Ribuan orang simpatisan menduduki Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sejak pagi untuk menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Para jemaah berdesakan tanpa jarak meski pandemi Covid-19 belum pamit dari Indonesia.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tak ada jarak antarjemaah. Tubuh mereka saling menempel.

Saat Rizieq menampakkan wajahnya, pekik takbir menggema di Soekarno-Hatta. Para jemaah berebut mendekat untuk bersalaman. Namun barikade yang dibentuk Laskar Pembela Islam dan TNI membukakan jalan bagi Rizieq untuk keluar bandara.

Sesampainya di mobil, Rizieq tak bisa langsung meninggalkan lokasi. Ribuan massa mengepung mobilnya. Akhirnya ia pun membuka kaca atap mobil dan menyapa para pengikutnya.

"Takbir!" teriak Rizieq.

"Allahu akbar!" ucap jemaah berdesakan. Jalan pun perlahan terbuka.

Usai melihat sang Imam, sebagian jemaah meninggalkan bandara. CNNINdonesia.com sempat mengobrol dengan pengalaman mereka berdesakan di tengah pandemi demi menyambut Rizie Shihab.

"Ya saking rindunya. Corona kita tidak pungkiri ada, tapi kita sangat mencintai Habib. Yakin, bismillah, laa hawla wala quwwata illa billah," kata seorang jemaah bernama Yusuf.

Yusuf datang dari Sukabumi, Jawa Barat, sejak Senin (9/11).30 mobil jalan bersama ke Jakarta. Mereka bahkan sempat menginap di jalan untuk menanti Rizieq.

Selasa (10/11) dini hari, Yusuf dan kawan-kawan terpaksa berjalan kaki belasan kilometer. Sebab akses ke bandara ditutup.

"Luar biasa, sangat luar biasa hari ini, rindu yang susah diutarakan," ujarnya.

Jemaah lainnya, Wahidin, juga mengaku tak masalah harus berdesakan di tengah pandemi. Tujuannya datang ke Soetta cuma satu: melepas rindu dengan Rizieq Shihab.

"Corona enggak sih, saya percaya umat Islam bersih. Yang penting ketemu Habib," ujar Wahidin usai menyambut Rizieq.

Warga Palmerah itu bilang sudah berangkat ke Soetta selepas salat subuh. Ia bahkan meninggalkan sepeda motornya di jalanan karena akses ke bandara ditutup.

Ia berjalan sekitar 5 kilometer bersama ribuan orang lainnya. Meski begitu, ia mengaku tidak menyesal sama sekali.

"Puas, puas. Sudah lama banget, biasanya cuma lihat di medsos, di Youtube, akhirnya bisa ketemu langsung," ujar Wahidin.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...