Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Ribuan Ayam Ternak di Inggris Mati akibat Kepanasan

FOTO | Danish SiddiquiIlustrasi
A A A

JAKARTA -Ribuan ayam di peternakan Moy Park, Irlandia Utara ditemukan mati akibat gelombang panas yang terjadi pekan lalu di wilayah Inggris.

Peternakan yang disokong jaminan peternakan terkemuka Red Tractor, merupakan satu di antara 15 perusahaan makanan terbaik di Inggris yang menyuplai daging kepada sejumlah pasar swalayan terbesar di Inggris, seperti Tesco, Sainsbury dan Ocado.

Hingga Jumat (26/7), sejumlah pegawai juga terlihat tengah menimbun bangkai-bangkai ayam di luar kandang ternak.

Dilansir The Independent, insiden ini bermula ketika gelombang panas melanda wilayah Inggris hingga mencapai suhu lebih dari 38 derajat Celcius pada Kamis (25/7). Akibatnya, sejumlah unggas di peternakan di daerah Lincolnshire mati karena kepanasan di dalam kandang.

Para pegawai di peternakan Moy Park mengatakan, "Kami mencoba melakukan semuanya tapi tidak ada yang bisa kami lakukan. Cuaca ekstrem yang melakukan hal ini kepada mereka (unggas)."

"Sangat berat mengangkut unggas-unggas itu keluar dari peternakan selama beberapa hari ini. Para aktivis hewan tidak berpikir kalau kami peduli dengan mereka (unggas), tapi kami sangat peduli," ujarnya.

Melihat insiden tersebut, Philip Lymbery selaku kepala eksekutif dari organisasi kesejahteraan hewan ternak, Compassion in World Farming menyampaikan kritiknya melalui Twitter.

"Ini tidak bisa diungkapkan dengan kat-kata. Mereka (unggas) pasti sangat menderita. Peternakan intensif bagi hewan harus dihentikan," kata Lymbery.

"Tidak ada alasan. Teknologi ada untuk mendinginkan bangunan seperti ini, untuk menjaga bagian di dalamnya berada pada suhu yang nyaman ... Ya, itu akan memakan biaya, tapi saya kira para konsumen akan membayar lebih daripada melihat cerita seperti ini," ujar dia.

Peternakan dengan sistem intensif seperti yang dilakukan di Moy Park cenderung mengandangkan ternak. Sistem pemeliharaan seperti ini kerap mengakibatkan hewan ternak menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam kandang.

Menanggapi insiden ini, Compassion in World Farming mengatakan sebagian besar ayam ternak dikurung di dalam gudang industri yang tandus, sehingga unggas-unggas akan terkena suhu panas.

"Itu akan sangat panas di dalam kandang, apalagi ketika musim panas. Jika sistem ventilasi tidak bekerja, ribuan unggas dapat mati akibat tekanan panas," ujar organisasi tersebut.

Menerima segala kritik tersebut, juru bicara peternakan Moy Park berdalih, "Kami sedang bekerjasama secara erat dengan rekan kami guna mengawasi situasi dan (kami) telah menerapkan prosedur untuk melindungi ternak kami dari gelombang panas yang ekstrem."

Juru bicara tersebut juga tidak menyebutkan jumlah pasti unggas yang mati tersebut.

Sementara, juru bicara British Poultry Council mengaku tidak mengetahui adanya kasus kematian hewan massal yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Menurut dia, para peternak telah menerapkan panduan kerja terbaik dari Red Tractor, termasuk menyediakan ventilasi tambahan dan sistem pengatur suhu, serta menjadi lebih waspada.

"Kesejahteraan hewan menjadi prioritas utama kami dan kami mewajibkan semua peternakan unggas untuk disertifikasi guna melakukan semua yang mereka bisa untuk melindungi ternaknya. Rekor suhu pekan lalu menjadi tantangan besar bagi ternak, hewan peliharaan dan manusia," kata juru bicara Red Tractor.

Pihaknya juga mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan industri perunggasan guna mengurangi dampak buruk dari cuaca ekstrem di peternakannya.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...