Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Remaja Timang Gajah Dapat Pembekalan tentang Stunting

pembekalan stunting
A A A

BENER MERIAH - BAPPEDA Kabupaten Bener Meriah menyelenggarakan pembekalan pengetahuan terkait stunting kepada para pemuda di Bener Meriah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Kantor Camat Timang Gajah, yang diikuti perwakilan 10 Kampung di kabupaten berhawa sejuk itu.

"Peserta kegiatan ini diikuti remaja dari 10 desa lokus stunting yang ada di Kecamatan Timang Gajah. Kegiatan ini kerjasama Bappeda dan Kantor Cabang Pegadaian Syariah Bireuen," kata Alfahmi selaku Seketaris BAPPEDA Bener Meriah, Rabu, 7 April 2021.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari delapan aksi konvergensi pencegahan stunting. Remaja merupakan bagian dari cakupan dalam kegiatan konvergensi tersebut.

"Remaja yang sehat akan menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting," katanya.

Sementara perwakilan Kantor Cabang Pegadaiaan Syariah Bireuen, Muhammad Suhar mengatakan, kegiatan ini menggunakan Dana Kebajikan Umat (DKU) yang merupakan sedekah nasabah se-Indonesia dan dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan kemaslahatan umat.

Camat Timang Gajah, Budi Wahyu Nugroho berterima kasih pada BAPPEDA dan Pegadaian Syariah Bireuen atas dukungan kegiatan bimbingan remaja tersebut.

"Kita berkewajiban untuk menangani stunting dengan serius. Bimbingan remaja pada hari ini salah satu upaya untuk pencegahan dan penanganan stunting," ujarnya.

Remaja yang mendapatkan bimbingan ini diharapkan dapat menjadi kader untuk melaksanakan posyandu di kampung masing-masing.

"Posyandu remaja dapat menjadi alat kontrol kesehatan remaja, mencegah pernikahan dini dan juga sebagai alat kontrol pencegahan dan penyalahgunaan narkoba," pungkas Budi.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...