Penolakan terhadap rencana Tgk H Sarkawi mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah terus bermunculan, jika sebelumnya penolakan tersebut datang dari HPBM dan Partai PKS, kali ini hampir seluruh unsur agama islam di daerah berhawa sejuk itu juga menyatakan sikap menolak pengunduran diri Sarkawi sebagai Bupati.

Rektor Keluarkan SE Larang Pegawai Unsyiah Mudik

ISTIMEWARektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng
A A A

BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng mengeluarkan Surat Edaran (SE) Rektor Nomor: B/2190/UN11/KP.06.06/2020 yang isinya melarang seluruh pegawai baik dosen maupun tenaga kependidikan Unsyiah untuk tidak mudik lebaran 1441 Hijriah nanti.

Keputusan yang tertuang dalam Surat Edaran Rektor tersebut tegas melarang kegiatan berpergian ke luar daerah/mudik/cuti/ bagi seluruh pegawai selama penetapan kedaruratan Covid-19 di lingkungan Unsyiah.

Rektor menjelaskan, larangan mudik ini bertujuan untuk mencegah atau meminamilisir penyebaran serta pengurangan risiko Covid-19, yang disebabkan oleh mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya, Rabu (13/05/2020).

Menurut Rektor, keputusan yang dia tetapkan dalam rangka upaya pencegahan Covid-19, dan mengacu pada Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, serta Surat Edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN/RB).

“Dari dasar pertimbangan itulah, Unsyiah melarang semua pegawainya untuk tidak mudik lebaran nanti. Hal ini juga sebagai komitmen kita dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Prof Samsul.

Rektor Samsul Riza menegaskan, bila juga selama pelarangan mudik, ada pegawai tetap harus melakukan perjalanan karena terpaksa. Maka pegawai tersebut harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pejabat yang berwenang atas delegasi dari pejabat Pembina kepegawaian.

“Setiap pimpinan unit kerja kita minta supaya mendata secara ketat terhadap pegawai Unsyiah yang melanggar keputusan ini di unit kerja masing- masing,” imbuh Rektor.

Selepas itu, selama berlakunya penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19,
semua pegawai Unsyiah tidak dibolehkan untuk mengajukan izin cuti.

Namun kata Rektor, izin cuti masih bisa diberikan kepada pegawai sesuai yang telah diatur oleh undang-undang dengan alasan tertentu. Seperti izin cuti karena melahirkan atau sakit, maupun cuti alasan penting.

Adapun sanksi yang diberikan kepada pegawai Unsyiah yang m melanggar larangan tersebut adalah, hukuman disiplin sebagaimana yang telah diatur perundang-undangan

Karena itu Rektor berharap, segenap pegawai Unsyiah agar mematuhi keputusan ini. Sebab pada hakikatnya ini adalah demi kebaikan bersama, termasuk keluarga yang ada di kampung halaman.

Dia juga mengingatkan bahwa saat ini banyak ditemukan kasus baru pasien Covid-19 yang tanpa gejala.

“Pelarangan ini pada prinsipnya demi keselamatan kita bersama. Perguruan tinggi ini juga ingin memberi contoh kepada masyarakat, untuk bisa menahan diri tidak melakukan mudik agar kita bisa segera keluar dari pandemi covid-19 ini,” ungkap Prof Samsul Rizal.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...