Sekretaris PMI Cabang Kota Banda Aceh, Syukran Aldiansyah Putra, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 16 Mei 2022 episode ke 77 Tahun ke II dengan tema: Kisruh Internal Meledak, Benarkah Ketua PMI Jual Darah Secara Diam-diam?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pekan Kebudayaan Gayo Resmi Dibuka

Ratusan Benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Linge Di Pamerkan

For acehimage.comRatusan warga saksikan pekan kebudayaan gayo
A A A

ACEHIMAGE.COM – Bupati Aceh tengah, Shabela Abubakar membuka secara resmi rangkaian eksebisi budaya dan sejarah, pagelaran seni tradisi dan kontemporer, ragam lomba dan atraksi budaya serta seminar nasional adat dan budaya Gayo.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon itu, dikemas lewat Pekan Kebudayaan Gayo (KPG) yang berlangsung semarak. Pengunjung juga terlihat antusias menyaksikan opening pameran tersebut. Sabtu, 19 Februari 2022.

Ratusan benda pusaka peninggalan kerajaan Linge yang dipamerkan diantaranya, pedang Bawar Linge, Guci (Dinasti Sung awal ), pring krim motif bunga kapas (Dinasti Qing tahun 1644-1911), piring hijau motif naga ( Dinasti Yuan tahun 1279-1368 ), dan benda – benda pusaka lainnya.

Nampak hadir dalam opening itu diantaranya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, Ketua Dewan Adat Gayo (DAG) Ir Tagore Abubakar, Asisten perekonomian dan pembangunan Setdakab Bener Meria, drh  Sofyan serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah.

Dalam laporanya, ketua Panitia, Syukur Kobath mengatakan,  acara yang diselenggarakan ini, menampilkan beragam kegiatan seperti, pameran peninggalan kerajaan Reje Linge di masa lampau, festival tari guel, perlombaan Hymne Gayo. Berlangsung mulai 19-24 Februari 2022.

Ia mengatakan, saat ini status suku Gayo terancam kehilangan identitas. Atas dasar pemikiran itu, pihaknya melalui Dewan Adat Gayo kembali menyegarkan generasi muda atas torehan-torehan kejayan Reje Linge dalam mempertahankan kekuasaan di masa lampau.

“Untuk itu kita selenggarakan seminar nasional,  guna mengetahui lebih detail tentang rekam jejak Gayo di masa lampau, begitupun dengan pameran benda pusaka Reje Linge, supaya kita bisa melihat langsung bagaimana koleksi di masa itu. Mari kita mengenang kekuasaan pada saat itu,” kata Syukur Kobath.

Sukur Kobath mengingatkan generasi muda untuk berpendirian teguh mengenang amanah dari keturunan orang Gayo (Munyang-Datu-red). “Kita ingin mengedukasi generasi penerus, bahwa kejayaan kerajaan Reje Linge sangat berperan dalam peradaban, mulai dari tanah karo hingga Selat Malaka,”ujarnya.

Diharapkan Sukur Kobath, ke depan generasi muda dapat merubah kebiasaan tradisi lisan menjadi tradisi tulisan, melalui semangat membaca dan menulis, sehingga semua kegiatan-kegiatan atau ilmu yang didapat terdokumentasi dengan baik. “Kita harus mampu mempertahankan adat dan budaya Gayo yang menjadi identitas, bahasa ibu jangan sampai luntur. Jangan sampai akulturasi budaya luar mengganggu peradaban kita,” tutup Ketua Panitia, Syukur Kobath.[]

Rubrik:ACEHRILIS

Komentar

Loading...