Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Kasman Dedi Menilai

Rancangan KUA-PPAS Tahun 2022 Tidak Memihak Petani Kopi

IstimewaKasman Dedi
A A A

BENER MERIAH - Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Bener Meriah tahun anggaran 2022 tidak memihak petani kopi.

Hal tersebut disampaikan peneliti kopi dan pemerhati sosial, Kasman Dedi SP melalui pers rilisnya kepada media ini, Selasa 10 Agustus 2021.

Kasman menjelaskan, bahwa petani kopi telah memberikan kontribusi dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bener Meriah. Sudah sepantasnya kopi menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk dibenahi.

"Sangat disayangkan, rancangan KUA-PPAS malah tidak memihak kepada petani kopi. Pemerintah malah lebih memilih menambah program-program kepariwisataan," ungkapnya.

Kasman melanjutkan, menurutnya program pariwisata yang selama ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah terbukti gagal.

"Padahal selama ini program parawisata telah terbukti gagal meberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tidak ada satu tempat wisata pun yang terbukti mampu menjadi penunjang ekonomi masyarakat, " jelasnya.

"Konyolnya, pada rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2022 pemerintah melalui Tim TAPD malah kembali fokus ke program pariwisata," ungkapnya.

Ia menambahkan Pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat khususnya petani kopi.

"Saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang berprofesi sebagai petani kopi sedang dihadapkan pada situasi sulit. Mulai dari harga yang tidak bersahabat, isu Glifosat dan lain lain. Harusnya, Pemerintah fokus membantu masyarakat dengan program-program yang lebih related dan menyentuh masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, sudah saatnya pemerintah Kabupaten Bener Meriah serius untuk membenahi tata kelola pertanian khususnya kopi yang sejak dulu sudah menjadi komoditi utama Kabupaten Bener Meriah bukan malah mencoba hal-hal yang sama sekali tidak jelas efeknya terhadap perekonomian masyarakat.

Terakhir, Kasman mendesak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk merubah dokumen KUA-PPAS sebelum nantinya diparipurnakan.

"Pemerintah Kabupaten Bener Meriah harus segera melakukan perubahan pada dokumen rancangan KUA-PPAS sebelum nantinya di paripurnakan," katanya

"Pemerintah harus paham bahwa yang dibutuhkan masyarakat bukanlah tempat berwisata, akan tetapi keseriusan pemerintah untuk membantu masyarakat memperbaiki ekonomi di tengah pandemi," tutupnya

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...