Satu unit rumah warga di Kampung Jungke Kecamatan Permata, Bener Meriah hangus dilalap sijago merah, Jumat ( 29/5/2020) sekira pukul 14:30 WIB. Peristiwa tersebut diduga akibat arus pendek listrik (Korsleting listrik).

Puluhan Warga Bener Meriah Jalani Swab Tenggorokan

SAMSUDINTim kesehatan melakukan pengambilan sampel Swab tenggorokan terhadap warga Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Sebanyak 14 Santri dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur yang berasal dari Bener Meriah serta 31 keluarga dan masyarakat menjalani pengambilan Swab tenggorokan.

Puluhan warga yang di ambil swab tersebut diduga pernah melakukan kontak langsung dengan salah satu santri asal daerah tersebut yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Ia merupakan santri dari klaster Temboro, Magetan.

Pelaksanaan pengambilan Swab tengorokan terhadap warga Bener Meriah dipimpin langsung Bupati Bener Mener Meriah Tgk H Sarkawi selaku ketua tim gugus tugas penanganan Covid-19, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah Iswahyudi dan Direktur RSUD Munyang Kute dr Sri Tabahhati, Kamis (7/5/2020) di ruang Skrining isolasi RSUD Munyang Kute Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah dalam arahanya menyampaikan pengambilan swab tersebut merupakan pemeriksaan biasa yang mudah-mudahan hasilnya negatif.

Jika pun setelah pemeriksaan nantinya ada yang positif, Sarkawi meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar.

“Karena petugas kesehatan akan dengan cepat dan tepat mengambil sikap medis, dan peluang untuk sembuhnya diyakini sangat tinggi sejauh melakukan arahan dari petugas kesehatan dan terus berdoa kepada Allah SWT kerena semua dengan izinnya “ ujar Abuya Sarkawi.

Bupati Sarkawi kepada masyarakat ditegaskan, jangan ada yang membuat prilaku yang berlebihan, baik kepada Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pantauan ( ODP), Pasien Dalam Penghawasan (PDP) maupun bagi warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

"Karena ini bukan penyakit aib, ini penyakit biasa yang semua orang bisa mengalaminya," tutur mantan Ketua MPU Bener Meriah ini.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...