Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Puluhan Warga Afghanistan Ditangkap Karena Nekat Seberangi Perbatasan Turki

Perbatasan Turki dijaga ketat menghadapi aliran pengungsi dari Afghanistan
A A A

Ankara - Puluhan warga Afghanistan ditangkap polisi Turki setelah secara ilegal menyeberangi perbatasan Turki usai negaranya dikuasai kembali oleh kelompok Taliban. Warga Afghanistan itu berminggu-minggu menempuh perjalanan darat, bahkan dengan jalan kaki, dari negaranya melintasi Iran hingga mencapai Turki.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/9/2021), rute menuju perbatasan dipenuhi pos pemeriksaan. Para imigran yang bisa melewati pos pemeriksaan rata-rata disembunyikan oleh para penyelundup di dalam rumah-rumah, seringkali bangunan kumuh dan bobrok di bawah tanah atau di dasar sungai yang mengering. Dari sana, mereka menunggu dipindahkan ke wilayah Turki bagian barat.

Pada Sabtu (21/8) waktu setempat, kepolisian setempat menangkap 25 imigran yang kebanyakan warga Afghanistan, yang kedapatan bersembunyi di belakangan sebuah bangunan bobrok di wilayah Hacibekir, Provinsi Van, perbatasan Turki.

"Kami pikir kami akan memiliki fasilitas di sini, kami akan mencari penghasilan untuk menghidupi orang tua kami. Di sana, di sana Taliban akan membunuh kami," tutur salah satu warga Afghanistan bernama Zaynullah (20) yang ditahan otoritas Turki.

Zaynullah menyebut dirinya tiba di Turki setelah berjalan kaki selama 80 hari dari Afghanistan.

Mereka yang ditangkap dibawa ke pusat pemrosesan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan keamanan. Di sana, Seyyed Fahim Mousavi (26) menuturkan dirinya kabur dari Kabul sebulan lalu sebelum Taliban tiba, karena khawatir akan dibunuh mengingat dirinya pernah bekerja sebagai sopir bagi AS dan Turki.

Istri Mousavi, Morsal (22), menyatakan keluarganya menempuh perjalanan panjang melalui wilayah Iran dengan berjalan kaki demi menghindari Taliban.

"Mereka menyakiti wanita. Setelah memperkosa, mereka membunuhnya. Mereka memenggal para pria. Kami tidak ingin kembali. Biarkan kami tinggal di sini," tuturnya sembari memeluk kedua anaknya yang berusia 2 tahun dan 5 tahun.

Setelah diproses, para imigran akan dibawa ke pusat repatriasi di mana mereka bisa menghabiskan waktu hingga 12 bulan sebelum dipulangkan ke negara asalnya. Proses pemulangan dihentikan sementara untuk warga Afghanistan, sehingga membuat sekitar 7.500 warga Afghanistan berada dalam ketidakjelasan situasi.

Wakil kepala direktorat migrasi, Ramazan Secilmis, menyatakan organisasinya berupaya mengidentifikasi orang-orang yang butuh perlindungan dari Taliban untuk merelokasi mereka ke negara ketiga.

"Mereka yang membutuhkan perlindungan perlu dipisahkan dari mereka yang datang ke negara kami karena alasan ekonomi. Kami tidak bisa mendeportasi siapa saja secara otomatis hanya karena mereka memiliki kewarganegaraan Afghanistan," ucapnya.

Otoritas Turki membangun tembok perbatasan setinggi 3 meter yang dilengkapi kawat berduri dan parit di sepanjang perbatasannya dengan Iran. Mereka berniat menambah pagar perbatasan sepanjang 64 kilometer hingga akhir tahun.

"Kami ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bawa perbatasan kami tidak bisa dilewati. Harapan terbesar kami agar tidak ada gelombang imigran dari Afghanistan," ucap Gubernur Provinsi Van, Mehmet Emin Bilmez, kepada Reuters.

Diketahui bahwa sisi Turki di pegunungan yang menjadi perbatasan dengan Iran dipenuhi pangkalan militer dan menara pengawas. Mobil-mobil patroli berkeliaran untuk memantau pergerakan di sisi Iran, yang menjadi lokasi imigran, penyelundup dan militan Kurdi berupaya menyeberang perbatasan secara ilegal. Imigran yang terdeteksi menyeberang perbatasan akan dikembalikan ke wilayah Iran.[]

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...