Dirlantas Polda Aceh, Kombes. Pol. Dicky Sondani, SIK, MH yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh, Kompol. T. Zainal Amri, SH, SIK menjadi narasumber peHTem edisi Senin 30 Mei 2022 episode ke 81 Tahun ke II dengan tema: Pelat Hitam Atau Pelat Putih?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Ini Tuntutanya

Puluhan Mahasiswa dan LSM Demo DPRK Bener Meriah

SamsuddinPuluhan demostrasi duduki gedung DPRK Bener Meriah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Puluhan aliansi  masyarakat Indonesia yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa dan LSM mendomo DPRK Bener Meriah. Senin, 11 April 2022.

Di pintu gerbang Kantor DPRK Bener Meriah, perwakilan aliansi masyarakat yang terdiri dari LSM Garis Merah, GMNI, SMNI, PMII, Karang Taruna, KAMMI secara bergantian berorasi di depan anggota DPRK Bener Meriah KAMMI.

Dalam orasinya, mereka menolak kenaikan BBM, tolak wacana penundaan pemilu atau Presiden 3 periode, selesaikan masalah kelangkaan solar, selesaikan kelangkaan BBM, dan tolak kenaikan PPN 11 persen.

“Kami menilai selama dua periode Jokowi menjabat Presiden Jokowi telah gagal merealisasikan janji-janjinya. Dia mengiming-imingi rakyatnya dengan 10 juta lapangan kerja tetapi pada kenyataanya yang bekerja adalah TKA,” teriak Nasri dalam orasinya.

Masyarakat kita disuguhi dengan kartu-kartu, alhasil alhamdulilah sampai sekarang masih menunggu kartu “Sabar “dan kartu reformasi. Tambah Nasri.

Lanjut Nasri, beberapa hari yang lalu harga Pertamax naik lebih dari Rp. 2000 per liternya, tentu itu sangat berdampak perekonomian masyarakat kalangan ke bawah yang menggunakan Pertamax, dengan kondisi itu banyak masyarakat yang harus beralih ke pertalite.

Seperti yang kita ketahui, minyak pertalit itu semakin banyak pemakai atau pengguna maka terjadi kelangkaan pada minyak tersebut. Sebut Nasri.

Senada dengan apa yang disampaikan Nasri, Ketua HPBM Banda Aceh, Riga Wantona yang ikut dalam aksi itu dalam orasinya juga menyebutkan, aksi hari ini adalah aksi serentak yang dilakukan oleh para mahasiswa di masing-masing kantor dewan.

“Aksi ini harus digaris bawahi, bahwa gerakan hari ini tidak ditunggangi siapapun, tapi kita di tunggangi pemikiran dan hati kita untuk rakyat.

Menurut Riga, awal mula permasalahan ketika premium dihapuskan, pada saat itu Pemerintah pusat sengaja menghapus premium dan dialihkan kepada pertalite, kita dipaksa menggunakan pertalite.

Kemudian, beberapa bulan setelah itu,kata Riga lagi, skenario yang dibuat pemerintah ini luar biasa, tahun 2019 mereka menghapus premium dan saatnya menaikan Pertamax dengan harga mencapai 12.500 perliter. Hari ini kita melihat di sejumlah SPBU baik di Bener Meriah maupun Indonesia pada umumnya, kita harus antri berjam-jam untuk mendapatkan minyak pertalite. Ucap Riga.

Nasri dan yang lainnya, meminta seluruh anggota DPRK Bener Meriah untuk membuat pernyataan menolak wacana Presiden tiga periode.

Setelah sejumlah perwakilan Aliansi Masyarakat itu menyampaikan orasinya, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah yang didampingi Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah, Abubakar, Darussalam, Suhaini, Baitul Hakim, Zulham, dan Junaidi mengajak seluruh para demonstran itu untuk menyampaikan tuntutan di dalam ruang sidang DPRK.

“Pada prinsipnya, kami juga sepakat dengan apa yang dituntut oleh adik-adik mahasiswa. Untuk itu agar kita dapat mencari solusinya alangkah baiknya kita beraudiensi didalam ruangan sidang DPRK,” pinta Tgk Husnul Ilmi.

Sementara itu, Abubakar menyampaikan, baik persoalan minyak goreng, kelangkaan solar, pertalit, dan menolak wacana Presiden tiga periode tentu kami juga sepakat. Bahkan, kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas kedatangan mahasiswa dan LSM hari ini terkait persoalan tersebut. Imbuh Politisi Nasdem itu.

Didalam ruang sidang tersebut, para demonstran kembali menyampaikan lima poin tuntutan mereka, namun dalam menanggapi tuntutan tersebut mereka mendesak DPRK Bener Meriah menghadirkan Bupati atau Wakil Bupati dalam ruangan itu. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...