Direksi, Komisaris Utama dan Karyawan/i PT. Atra Media Transformasi Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Taqabbalallahuninna wa Minkum, Mohon Ma'af Lahir dan Bathin ----- Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi manyampaikan pengunduran dirinya secara lisan dihadapan jama'ah shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Lapangan Babusalam simpang tiga, Minggu (24/5/2020) ----- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memeriksa dua orang oknum polisi berinisial R dan E yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pria yang diduga mengalami gangguan jiwa. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menjelaskan kedua polisi berpangkat brigadir itu merupakan anggota Polsek Nurussalam.

PT Trans Continent Keluar Dari Kawasan Industri ‘Abu Nawas’

ISTIMEWAIsmail Rasyid
A A A

Pemerintah Aceh gadoh jak keliling dunia let boh pu’uk, tapi ro breuh lam eumpang

Ismail Rasyid CEO PT Trans CONTINENT

BANDA ACEH - CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid atas konfirmasi acehimage.com, Sabtu, 16 Mei 2020 terkait mundurnya PT Trans Continent, dari Kawasan Industri Aceh atau KIA Ladong memberi sepenggal jawaban.

"Memang saya mundur dari KIA Ladong karena pemerintah Aceh banyak sibuk keliling dunia atau keluar negeri. Pemerintah Aceh gadoh jak keliling dunia let boh pu’uk, tapi ro breuh lam eumpang," (artinya lebih kurang- Pemerintah Aceh sibuk berkeliling dunia mencari telur pu'uk, tapi akhirnya beras yang sudah ada dikarung tumpah keluar)," kata Ismail Rasyid.

Ismail pun memberi alasan mengapa dia atau perusahaannya harus mundur dari KIA.? Ismail mengatakan, dia cuma ingin independen, tidak ingin tergantung dengan lahan pemerintah.

Selain itu, banyak persoalan lain dilapangan, seperti pekerjanya terus diganggu oleh oknum-oknum tertentu. Sopir dilarang keluar masuk lokasi KIA terutama di malam hari.

“Aktivitas orang-orang kita di sana, diganggu oknum tertentu. Belum lagi perihal sewa menyewa lahan juga belum selesai,” kata Ismail.

Secara birokrasi sudah sembilan bulan berjalan sejak ground breaking tapi belum juga jelas dari pemerintah Aceh baik surat menyurat maupun bentuk skema kerjasama perihal sewa menyewa lahan sampai saat ini belum juga selesai.

Menurut Ismail pihaknya sudah mengirim surat kepada PT PEMA untuk menyampaikan keluhan, tapi kurang ada respon.

Padahal dalam surat tersebut kata Ismail sudah disampaikan kepada Direktur Utama PT PEMA yang isinya menyampaikan bahwa sejak enam bulan lalu alat-alat kerja sudah dia investasikan dan sudah ada di lokasi KIA, tapi belum bisa bekerja.

“Tidak ada perkembangan apapun di sana. Sepertinya mereka belum siap mengelola kawasan industri. Jadi dengan berbagai pertimbangan saya harus keluar dari KIA," katanya.

Namun kendati mundur dari KIA, tapi dia masih tetap memikirkan apa yang masih bisa dia lakukan untuk Aceh kedepa.

Untuk diketahui, PT Trans Continent, yang merupakan perusahaan kaliber internasional yang dibangun oleh putra Aceh Ismail Rasyid, dan pada Sabtu (31/8/2019) lalu. Langkah pertama yang dilakukan adalah ground breaking (peletakan batu pertama) oleh Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT di Kawasan Industri Aceh (KIA).

"Namun pada Jumat 15 Mei 2020 kemarin kami terpaksa menarik kembali seluruh alat kerja yang sudah enam bulan kami tempatkan di sana," ungkap Ismail kemarin, Sabtu (16/5/2020).

Perusahaan multi moda nasional yang dibangun Ismail Rasyid ini harus merugi Rp600 juta setiap bulannya.

Total investasi yang telah ia curahkan ke sana Rp 30 miliar, termasuk pengadaan alat berat yang dibeli baru untuk menunjang rencana bisnis di negeri syariat ini.

Ismail Rasyid menegaskan, keputusan tersebut diambil karena setelah lebih dari 9 bulan sejak ground breaking, tapi belum juga punya kepastian hukum tentang bagaimana skema perjanjian dan tata kelola antara dirinya selaku CEO PT Trans Continent sebagai investor dengan pemerintah Aceh yang di wakili PT PEMA.

“Karena tidak ada kejelasan, maka saya mundur dari KIA. Pemerintah Aceh melalui PT PEMA tidak memiliki komitmen yang jelas, bahkan mereka sama sekali tidak bergerak. Sejak datang ke sana (KIA) Ladong, kami tidak bisa bekerja,” ujar Ismail Rasyid via WhatsApp (WA) Sabtu siang.

Ismail Rasyid menilai Kawasan Industri Ladong tidak layak disebut sebagai sebuah kawasan industri. "Ini kawasan industri Abu Nawas," katanya.

Bagaimana tidak, kawasan ini yang dibangun oleh Pemerintah Aceh hanya pagar depan dan gerbang. Coba, pagar yang dibangun tidak mengelilingi lokasi KIA, sistem drainase juga sangat buruk. Air bersih tidak tersedia dan listrik juga belum mencukupi," ungkap Ismail Rasyid, putra kelahiran Matangkuli Aceh Utara.

Dengan tidak bagusnya sistem drainase, maka lahan yang sudah disiapkan oleh Trans Continent rusak kembali karena tergenang air.

Yang mengherankan kata Ismail, katanya KIA ini kawasan industri, namun anehnya kenapa tidak dikelola secara profesional oleh pemerintah Aceh.

"Kita lihat memang pemerintah Aceh tidak punya kemampuan untuk mengelola sebuah kawasan industri. Sampai saat ini KIA belum terbenah dengan baik, bahkan masih terlihat banyak kotoran sapi," ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...