Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kewenangan kepada 14 kabupaten/kota di Aceh bersama 88 Kabupaten/Kota lainnya yang berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19, untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan yang produktif.

PT TC Baru Menempatkan Peralatan di KIA, Belum ada Perjanjian B To B

ISTIMEWAAsisten II Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek.
A A A

BANDA ACEH - Menanggapi berbagai informasi terkait mundurnya PT Trans Continent (PT TC) dengan menarik peralatan dari Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, akhirnya ditanggapi oleh asisten 2 Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek.

Merespon konfirmasi dari acehimage.com, Rabu (20/5/2020, Dadek menjawab secara tertulis via layanan WhatsApp.

Ini jawaban lengkap Teuku Dadek, bahwa TK baru sekedar memakai gratis tanah KIA Ladong dan fasiltas yang ada sudah menempatkan peralatannya.

Sebab belum ada perjanjian antara PT Pema dengan TK sehelaipun walaupun PT Pema berusaha memenuhi permintaan isi surat dari PT Trant Continent.

Dadek mengatakan bahwa perlu menjelaskan dan menduduk masalah yang sebenarnya terutama kronologis kerjasama tersebut. Pertama berdasarkan surat dari PT Trans Contionent tanggal 28 Desember 2018 yang menyatakan bahwa setelah mengikuti lauching KIA Ladong oleh Bapak Plt Gubernur menyatakan bahwa perusahaan tersebut sangat berkeinginan untuk melaksanakan investasi berupa Membuat Pusat Logistik Berikat (PLB) dan surat tersebut langsung dijawab oleh Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh pada tanggal 20 Desember 2018 dimana pihak PT PDPA pada hari yang sama dengan isi mengharapkan kerjasama bisnis dengan Trans Continent dalam kerjasama sama bisnis Pusat Logistik Berikat (PLB) di Kawasan Industri Ladong dan meminta membahas rencana bisnis yang ada.

Kemudian PT Trans Continent satu bulan lalu kalau tidak salah saya langsung membawa beberapa peralatan yang ditempatkan di KIA Ladong padahal perjanjian antara PT Pema dengan PT Trans Continen masih dalam penjajakan alias belum ada.

"Seharusnya ada perjanjian B To B dulu sebelum PT Trans Continen membawa alatnya ke KIA Ladong, ini adalah prinsip investasi yang profesional," kata Dadek.

Dan pihak Trans Continen sudah mengetahui bahwa perlu dana hampir 50 M untuk melengkapi kebutuhan pagar keliling, lampu jalan satu kompleks, drainase dan jalan aspal yang butuh penempatan dalam anggaran APBA tahun 2021 sebab permintaan tersebut baru resmi dilayangkan pada tahun akhir 2019 dan awal 2020 dimana DPA SKPA sudah jadi APBA 2020.

“Butuh waktu untuk pemenuhannya walaupun PT Pema berusaha untuk mengambil kredit ke BAS tetapi tidak masuk dalam hitungan Bisnis BAS dan bahkan menggunakan hasil usaha yang selama ini ada di PT Pema"ujar Dadek yang juga komisaris pada PT tersebut.

"PT Pema dipaksa membangun candi Roro Jongrang dalam semalam" kata Dadek mengupamakan komitmen pemerintah Aceh lewat PT Pema dalam menerima investor walaupun belum jelas tertulis hak dan kewajiban masing masing pihak.

Karena tidak ada perjanjian bisnis tersebut membuat Ismail Rasyid bebas untuk memasukan peralatan mobilenya ke KIA Ladong dan juga memindahkannya karena memang tidak ada perjanjian investasi antara KIA Ladong dan PT Pema kata Dadek

"Begitulah Pemerintah Aceh lewat KIA Ladong memhormati para investor walaupun tahap investasi belum dimulai," ujar Dadek.

Adanya permintaan yang tidak bisa dipenuhi dalam bilang tahun anggaran 2020 seperti pagar keliling, padahal trans hanya memakai tanah KIA Ladong hanya 10 persen, tetapi PT Pema berusaha memenuhi dan melengkapi sebagaimana surat terlampir.

Inti kami ingin memberitahukan bahwa penempatan peralatan oleh PT Trans Contonent apalagi semua peralatan adalah bersifat mobile dilakukan sebelum adanya perjanjian bisnis yang menempatkan syarat-syarat kerja sebagai sebuah investasi.

“Jadi penempatan peralatan itu dilakukan sebelum ada perjanjian dengan KIA Ladong dalam hal ini PT Pema, ini menandakan kedua pihak tidak menjalankan prinsip investasi sesuai dengan kaidah bisnis selama ini”

Ibarat penyewa rumah langsung masuk tanpa ada perjanjian tertulis tapi pemilik sewa tetap melayani penyewa walaupun gratis.

"Tanah KIA Ladong bukan diperuntuk satu pemakai tetapi banyak tenant bisa memafaatkan kawasan tersebut,"tegas Dadek

Dadek juga belum mampu memahami sepak terjang Pak Ismail Rasyid, kemarin waktu ikut fit dan propeties ka BPKS dipenghujung dia mundur

"Saya tidak paham mengapa dia ikut test padahal katanya dia CEO perusahaan besar dan kemudian mundur tiba-tiba dipenghujung proses dan sekarang menempatkan alat di KIA Ladong sebelum ada perjanjian hitam diatas putih dan tiba tiba menarik kembali," ada apa dibalik ini saya tidak tahu ujar Dadek.

Dadek mengatakan sejak rapat pertama dia selaku asisten 2 dengan Ismail Rasyid sekitar dua bulan lalu sudah melihat gelagat tidak baik ini.

"Makanya saat rapat saya katakan kepada beliau bapak harus komitmen jika PT Pema berusaha memenuhi keinginan bapak dan dia tidak menjawab hanya mengatakan akan teken perjanjian setelah PT Pemda memenuhi komitmennya tapi anehnya peralatan dibawa masuk ke KIA Ladong," sebut Dadek.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...