Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Kerjasama dengan AWF

PT PIM Gelar Latihan Kerajinan Tangan Kaum Hawa

SAID AQIL AL MUNAWAR.
A A A

LHOKSEUMAWE -  PT Pupuk Iskandar Muda bekerjasama dengan Aceh Wetland Foundation (AWF) melaksanakan pelatihan kerajinan purun menjadi barang Souvernir. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Binaan PT PIM, di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen, Minggu (20/09/2020).

Para Peserta pelatihan dari kaum hawa (wanita) yang ada di desa Blang Mee dengan sangat antusias mengerjakan beberapa produk kerajinan tangan yang bersumber dari bahan baku puru yang ada di rawa gambut Paya Nie atau dikawasan tersebut dan dipandu oleh instruktur yang didatangkan dari luar daerah untuk lebih mendapat hasil berkreasi dan inovasi.

"Beberapa produk kerajinan tangan para kaum hawa berupa tas bermotif Aceh, tempat tisue, sandal dan lainnya dengan hasil yang lebih kreatif dan menarik bagi konsumen untuk membelinya sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat didesa Balang Mee," kata Manager Humas PT PIM Nasrun yang didampingi Manager PKBL & CSR Zulhadi.

Ia menjelaskan, adapun dukungan PT PIM dalam terselenggaranya pelatihan ini berupa bantuan dana untuk biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan selama 2 hari mulai tanggal dari 19 – 20 September 2020.

Dimana Bantuan dana tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahan PIM Yuanda Wattimena yang didampingi Manager Humas Nasrun dan Manager CSR & PKBL Zulhadi diterima langsung oleh Yusmadi Yusuf selaku AWF kabupaten Biruen.

Dalam kegiatan pelatihan ini PIM membantu dana Rp10 juta rupiah yang digunakan untuk biaya pelatihan dan instruktur yang didatangkan dari luar daerah.

Bantuan ini sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat terutama bagi kaum wanita yang berada di Desa Blang Mee dan semoga produk kerajinan tangan ini yang sangat kreatif dan inovatif bisa dikomersilkan ditingkat daerah maupun nasional melalui even-even promosi diacara pameran2 dan melalui media elektronik maupun cetak secara berkelanjutan.

"PIM akan membantu mempromosikan hasil kerajinan tangan ini melalui program CSR.
Desa Blang Mee merupakan Desa lingkungan PIM dimana Desa tersebut sebagai lokasi sumber bahan baku air (Water Intake) untuk proses produksi PIM,"ujarnya.

Ketua AWF Yusmadi Yusuf menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT PIM yang telah membantu biaya pelantihan ini dan berharap untuk terus bersinergi dalam program AWF khusus kelanjutan paska pelatihan dan promosi produk kerajinan tangan ini.

Dalam kesempatan tersebut Yuanda Watimena menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua AWF dan para peserta pelatihan yang sangat antusias untuk mengembangkan dan berkreasi dalam menciptakan kerajinan tangan yang sudah sangat langka di Aceh khususnya bahan baku Purun berasal dari rawa gambut paya Nie yang sangat tersohor infonya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...