Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Terima Kunker Komisi III DPRK Aceh Utara

PT PIM Bahas Soal Tenaga Kerja Lokal dan Kelangkaan Pupuk

SAID AQIL AL MUNAWARPT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menerima kunjungan kerja Komisi III DPRK Aceh Utara
A A A

LHOKSEUMAWE- PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menerima kunjungan kerja Komisi III DPRK Aceh Utara, kunjungan tersebut terkait pembahasan proses komersialisasi lahan Iskandar Muda Industrial Area atau IMIA, Kamis (03/09/2020).

Dalam Kunjungan para anggota komisi III DPRK Aceh Utara tersebut dimpin Ketua Komisi III Razali (Abu), Wakil Ketua Mulyadi, Sekretaris Jufri Sulaiman serta beberapa anggota lainya berjumlah 11 orang.

Rombongan Komisi III DPRK Aceh Utara diterima oleh Manajemen PT PIM yang diwakili oleh Direktur Operasi dan Produksi Jaka Kirwanto dan didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Yuanda Wattimena, GM Umum Saifuddin Noerdin, Manager Humas Nasrun dan Staff Direksi Zulhadi.

Direktur Operasi & Produksi PT PIM Jaka Kirwanto menjelaskan, dimana saat ini IMIA sedang dipersiapkan untuk mengundang para investor agar berinvestasi di area tersebut.

"Saat ini komersialisasi telah berjalan dimulai dengan proses scrap atau pembongkaran dan pembersihan lahan pabrik IMIA yang dilakukan oleh PT Kirana Saiyo Perkasa sebagai pemenang tender," terangnya.

Kemudian, Jaka juga menjelaskan bahwa beberapa investor telah bergabung di IMIA. "Saat ini ada dua investor yang masuk, yaitu PT Korina Refinery Aceh yang akan membangun pabrik oil refinery dan PT Sinergi Peroksida Indonesia yang akan mengoperasikan pabrik H2O2 di lahan IMIA," ungkapnya.

Terkait penyerapan tenaga kerja untuk pabrik NPK kedepan, Jaka menjelaskan, untuk tahap awal PIM membutuhkan tenaga operator yang tamatan SMA. "Saat ini proses rekrutmen telah berjalan untuk pabrik NPK. Jika komersialisasi berjalan lancar insya Allah nantinya penyerapan tenaga kerja akan semakin banyak melalui investor-investor yang masuk," jelasnya.

Lebih lanjut, terkait isu kelangkaan pupuk subsidi yang sering terjadi, Jaka menerangkan bahwa PIM mengikuti penugasan dari Pemerintah dengan menyalurkan sesuai alokasi yang telah ditetapkan. "Sebagai produsen pupuk, PIM selalu memastikan stok pupuk tersedia dan siap untuk disalurkan jika ada penambahan alokasi," ujar Jaka.

Disisi Lain Manager Humas PT PIM Nasrun dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa program CSR yang dipertanyakan oleh anggota komisi III akan dioptimalkan khususnya untuk desa-desa dilingkungan perusahaan, dan umumnya Aceh Utara serta provinsi Aceh sesuai kemampuan perusahaan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...