Aktivis Perempuan, Yulindawati kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 9 Februari 2023 episode ke 50 Tahun ke 3 dengan tema: Pedagang Kaki Lima Tertindas, Benarkah LKMS Mahirah Muamalah Melakukan Praktek Lintah Darat di Nanggroe Syariah? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pekerjaan Masih Dikebut

Proyek Rusun Politeknik Lhokseumawe Rp14 Milyar Diduga Mati Kontrak

Kondisi Gedung Proyek Rusun Politeknik Lhokseumawe Rp14 Milyar Diduga Sudah Mati Kontrak. 14 Oktober 2022.
A A A

LHOKSEUMAWE - Proyek pembangunan Rumah Susun (RuSun) di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh bersumber dari APBN Tahun 2021 dan 2022 yang dikerjakan PT Sumber Alam Sejahtera.

Dimana proyek dengan nilai kontrak Rp14 milyar dan pengawasan PT Bumi Toran Kencana Rp1 Milyar diduga sudah mati kontrak kerja, namun pekerjaan proyek masih tetap dikebut oleh pelaksana.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, pekerjaan kontraktor pelaksana dilakukan oleh peminjam perusahaan, yang mana domisili perusahaan berada di Jakarta, peminjam perusahaan ialah Aulia yang nota bene adalah kerabat dekat Kepala Balai.

Bahkan berdasarkan informasi yang disampaikan sumber media ini, pekerjaan proyek tersebut diduga tidak memenuhi spesifikasi kekuatan beton untuk pondasi tiang pancang, bahkan banyak tiang pancang sewaktu di pancang patah dan beton tiang pancang meledak.

Tak hanya itu, bahkan proyek tersebut diduga tidak memenuhi beberapa bagian pekerjaan struktur yang sesuai dengan spesifikasi kekuatan beton. Kontrak pekerjaan proyek tersebut diduga juga sudah berakhir pada 02 Oktober 2022.

Pada Papan Nama Proyek Yang Dikirim Sumber Media Ini Terlihat Jelas Kontrak Kerja Proyek Sudah Berakhir.

Berdasarkan penelusuran media ke lokasi, Jum'at 14 Oktober 2022. Proyek pembangunan rusun politeknik negeri lhokseumawe masih dalam pengerjaan, tepatnya lokasi pembangunan proyek dibelakang gedung kampus Politeknik.

Dari amatan media di lokasi pekerjaan dari luar pintu pekerjaan proyek. Meski dilarang masuk ke dalam area pekerjaan oleh penjaga. Pintu pagar pun digembok rantai. Namun terlihat di lokasi pekerjaan masih ada peranca tiang besi yang baru saja selesai menyisip tiang dan terlihat pada bagian tiang tersebut  belum dicat.

Saat media berbalik dari lokasi pekerjaan proyek tersebut, pihak rekanan menghubungi wartawan menanyakan perihal tujuan wartawan ke lokasi proyek, saat ditanyakan wartawan adanya informasi terkait proyek tidak memenuhi spesifikasi kekuatan beton untuk pondasi tiang pancang dan tiang pancang meledak. Ia diduga berdalih kalo tiang pembangunan tersebut patah tidak bisa dilanjutkan pekerjaan tersebut ketingkat selanjutnya, karena disitu ada konsultan.

"Tidak mungkin pancang patah, karena disitu ada konsultan, apabila pekerjaan tersebut dikatakan konsultan tidak boleh dilanjutkan bekerja, maka kita tidak bekerja." kata Aulia rekanan proyek tersebut saat menghubungi wartawan.

Ditanyakan pekerjaan proyek tersebut sudah mati kontrak, Aulia diduga berdalih  belum berahir, ia mengaku kontrak pekerjaan proyek berakhir hingga bulan November 2022.

Bahkan saat disinggu kenapa kelokasi pekerjaan tersebut tidak diizinkan masuk,  aulia mengaku siapun yang masuk harus melaporkan dulu kepada pihak perusahaan atau projek menager.

Aulia diduga tetap berdalih bukan adanya larangan, karena banyak orang yang tidak jelas identitasnya masuk ke tempat proyek tersebut. untuk itu siapapun yang mau masuk dikatakan harus melapor dulu. Kecuali pihak balai.

Sambung Aulia, menyangkut kontrak proyek tersebut, ia meminta untuk menanyakan perihal tersebut kepada Satker Aceh.

Kontrak Kerja Pertama Tahun 2022 Terlihat Jelas Sudah Berahir di Papan Nama Proyek Yang Dikirim Sumber Media Ini.

Sementara PPK Proyek Rusun Politeknik Negeri Lhokseumawe Azhari saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak bisa menjawab perihal tersebut, ia meminta kepada media agar nanti malam setelah magrib ajak bertemu supaya bisa mejelaskan perihal itu.

Sambungnya, sebagai PKK proyek tersebut ia mengaku baru saja menjabat, untuk itu dirinya tidak mengerti secara detail persoalan tersebut.

Meskipu media ini meminta tanggapan dirinya sebentar melalui seluler, ia memohon untuk memberikan penjelasan secara langsung.

Anehnya, Azhari setelah insya dihubungi beberapa kali lewat selulernya dan pesan konfirmasi lewat WhatsApp tidak membalas, hingga berita ini ditayang belum bisa terhubung.

Sedangkan Kepala Balai Satker Aceh T Faisal Riza beberapa kali dihubungi ponselnya tidak diangkat, selang bebera menit kemudian mencoba menghubungi kembali panggilan Ponselnya juga tidak diangkat.

Dapat diketahui, proyek pembangunan Rusun yang bersumber dari anggaran pusat tersebut, tepatnya lokasi bangunan dibelakang gedung kampus Politeknik itu diduga rekanan pemilik perusahaan pemenang tender proyek sudah lari disaat masih dalam tahap pengerjaan.Kemudian kegiatan pekerjaan pembangunan proyek tersebut diduga dilanjutkan oleh pihak rekanan kedua melalui proses pergantian yang dilakukan Satker penyediaan perumahan aceh.

Kemudian pada tahap pekerjaan tahun 2022, proyek tersebut kembali dikerjakan oleh rekanan peminjang perusahaan. Proses pergantian diduga juga digantikan dengan cara yang sama.

proyek Rusun tahun 2021 itu pagu anggaran sebelumnya 14 milyar ditargetkan selesai pada tahun 2021. Karena pada tahun 2021 proyek tersebut mengalami refucusing, 50 persen dan pagu anggaran dipotong. Karena ini proyek multi years, maka dilanjutkan pada tahun 2022.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...