Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Proyek Jalan Tandu Mon Geudong Rp6,8 M Diduga Bermasalah

SAID AQIL AL MUNAWARPembangunan jalan tando Gampong Mon Geudong
A A A

LHOKSEUMAWE - Proyek pembangunan jalan tando Gampong Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Senilai Rp 6,8 Milyar diduga bermasalah, Pasalnya selain mati kontrak kerja, dilokasi pembangunan jalan tando tersebut juga tidak adanya pemasangan pamlpet proyek.

Berdasarkan informasi yang di terima acehimage.com, pembangunan proyek jalan tando tahap II tersebut sudah mati kontrak, namun saat itu juga belum rampung dikerjakan. Meskipun demikian pihak rekanan sudah melakukan pencairan dana di saat masih dalam tahap pekerjaan.

Seperti diketahui, pelaksana proyek tandu jalan tersebut oleh PT Jasa Kubina Cermelang, perusahaan tersebut merupakan milik kontraktor ternama saat ini di kota lhokseumawe dengan sapaan Abu rayek.

Menurut informasi, dimana Pembangunan jalan tando mon geudong tahap II tersebut dikerjakan oleh PT Jasa kubina cermelang dengan nomor kontrak 16 - kont/ BM/ otsus - lsm/IX/ 2020, tanggal kontrak 4 september 2020, dan mati kontrak 12 desember 2020 nilai anggaran Rp 6.865.000.000.

Dari penelusuran media kelokasi proyek rabu (06/01/21), namun tidak ada proses pekerjaan atau tukang bangunan  dilokasi proyek, namun hanya ada terlihat beberapa bagian bangunan tidak rapi, diantaranya seperti, penimbunan trotoar jalan yang belum rata, bahkan juga tidak ada papan proyek terpasang pada areal lokasi bangunan. Rabu (06/01/21)

Dinas PUPR Lhokseumawe saat dihubungi melalui Kabid PU, Bobi mengakui pengerjaan proyek tersebut tidak susuai dengan kontrak kerja, karena disebabkan faktor hujan. Pihaknya mengaku sudah memberikan denda terhadap Perusahaan tersebut untuk 10 hari kedepan.

Ia menyebutkan, bahwa proyek tersebut dikerjakan volume diluar target, dari target180 meter realisasinya menjadi 250 lebih, karena tidak jadi dilakukan pengaspalan, di alihkan untuk membuat jalan tandu, ditargetkan tahun depan harus tembus ke jalan besar.

"Proyek ini tidak diaspal, karena dikhawatirkan bisa rusak, jadi kita alihkan untuk volume bangunan gorong -gorong tando jalan saja, nanti tahun depan setelah siap kita bangun tembus ke jalan baru kita lakukan aspal,"sebutnya.

Sementara rekanan pelaksana proyek tersebut saat dihubungi beberapa kali lewat selulernya tidak tersambung, bahkan pesan singkatpun yang dikirim tidak dibalas. Hingga berita ini dirunkan belum juga ada balasan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...