Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Program Pengentasan Kemiskinan Pemerintah Aceh Utara Terksesan Hanya Simbol

ISTIMEWARapat paripurna DPRK Aceh Utara
A A A

ACEH UTARA- Program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten aceh Utara dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Muhamamd Thaib - Fauzi Yusuf untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh Utara hanya sebagai simbol.

Pasalnya, program untuk melakukan pengentasan kemiskinan di Aceh Utara seharusnya harus diprioritaskan, malah sebaliknya terabaikan. Buktinya, pengesahan APBK Tahun 2021 senilai RP 2.5 triliun lebih tidak ada anggaran untuk program pembangunan rumah kepada masyarakat miskin.

Seperti diketahui, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib juga sering menyampaikan program pengentasan kemiskinan di Aceh Utara, seperti halnya saat acara teritorial TNI pada 15 agustus lalu di kecamatan Langkahan, bahkan ia sempat mengajak masyarakat untuk menanam pohon kelapa di depan rumah masing-masing agar masyarakat bangkit dari kemiskinan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Aceh Utara melalui Kabid Keistimewaan Inong Sofiarini saat di konfirmasi mengatakan, anggaran pembangunan rumah bantuan duafa ada dimasukkan dalam tahun anggaran 2021 bersumber dari APBK.

"Kalau soal berapa unit jumlah rumah yang masuk ke dalam anggaran APBK saya tidak tau pasti, karena ini belum final, kalo lebih jelas tanyakan kepada Anggaran," Kata Inong. Kamis (03/11).

Saat disinggung kenapa tidak ada usulan dalam sumber anggaran DOKA, Inong menyebutkan, bahwa untuk anggaran tersebut sudah ditutup karena sudah dilakukan persetujuan di provinsi," Kalo untuk dana DOKA sudah ditutup. Karena sebelumnya tidak ada menu. Maka tidak kami masukkan, Kalo untuk Anggaran DOKA baru bisa dimasukkan kembali pada saat direvisi sekitar bulan Agustus 2021,"sebut Inong.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Aceh Utara, Azmi saat dihubungi mengatakan, selaku tanggung jawabnya dibidang perumahan ia telah mengusulkan untuk tahun 2021 sebanyak 200 unit rumah bantuan. Disinggung dari sumber anggaran, Azmi mengatakan di tahun sebelumnya, karena jumlah unit rumah banyak, ia mengusul dari dana DOKA.

"Karena kalau sumber APBK kita usul, maka jumlah rumah yang kita bangun di setiap tahun tidak semua bisa tertampung. Namun Ia juga mengakui ada rumah yang dibangun dari sumber APBK, Itu hanya sekitar puluhan unit. Rata-rata dari pokir dewan,"katanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...