Enam unit rumah di Desa Titi Mas, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara ludes terbakar, Senin (1/3/2021). Satu diantaranya merupakan rumah pribadi wakil bupati Aceh Tenggara. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. "Dalam kejadian kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB siang, api baru dapat dipadamkan setelah empat unit mobil damkar dikerahkan kelokasi kebakaran," ungkap Asbi.

Pria Asal Bireuen Akhirnya “Bermalam” di Tahanan

Dok PolisiRM, Pemuda asal Bireuen saat diperiksa di Polresta Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH - RM (23) pria asal Bireuen yang menetap di rumah singgah, Banda Aceh akhirnya harus "bermalam" di tahanan Polresta Banda Aceh.

Kejadian ini tentu bukan tanpa sebab, RM diduga telah melakukan pelecehan terhadap seorang bocah asal Kota Gemilang (sebutan untuk Banda Aceh) pada akhir bulan Januari lalu.

Kejadian ini diketahui atas laporan korban pada orang tuanya sehingga orang tua dan meminta pertolongan warga setempat untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha SIK mengatakan kejadian pelecehan seksual terhadap korban bocah asal Banda Aceh merupakan yang ketiga kali dilakukan pelaku RM setelah korban lainnya pada tahun 2004 dan 2020 silam.

“Dua korban lainnya pernah dilakukan hal yang sama oleh pelaku, namun pelaku tidak mengetahui persis dan tidak ingat lagi siapa korban tersebut, dan kali ini dilakukan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), dan berakhir disel tahanan Polresta Banda Aceh,” sebut Kasatreskrim AKP Ryan, Selasa (9/2/2021).

Sementara itu, Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani STrK mengatakan kejadian bermula saat pelaku berada diluar rumah. Tiba – tiba melintas korban dengan menggunakan sepeda dan pelaku pun menanyakan kepada korban dimana warung, korbanpun menjawab jauh.

“Beberapa saat kemudian, pelaku RM memberikan uang kepada korban sebesar Rp10 ribu, dan mengajak korban menemani pelaku untuk mengambil handphone milik pelaku yang tertinggal didalam kamarnya, namun korban berhenti sejenak ketika tiba dipintu , dengan bujuk rayuan pelaku, korban masuk kedalam kamar yang dihuni oleh pelaku," sebut Puti.

Berawal dari itu, hingga pelaku RM melakukan perbuatan tidak senonoh kepada anak dibawah umur tersebut. Sampai akhirnya sang bocah melaporkan kejadian ini kepada orang tua.

“Orang tua korban dengan rasa kesal bersama warga langsung menuju ke lokasi tempat tinggal RM dan menangkap RM, Selasa (2/2/2021) untuk diserahkan kepada pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan perbuatannya disertai barang bukti celana ponggol berwarna pink,”sebut Puti lagi.

Saat ini pelaku RM meringkuk disel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya serta dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukum cambuk sebanyak 90 kali atau denda 900 gram emas murni atau kurungan pejara selama 90 bulan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...