Konselor Adiksi Yayasan Rumoh Geutanyoe Aceh, Firdaus, narasumber peHTem edisi Senin 26 Juli 2021 episode 59 dengan tema: Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Presiden Haiti Dibunuh, Dewan Keamanan PBB Akan Gelar Pertemuan Darurat

Mengenal Presiden Haiti Jovenel Moise yang dibunuh
A A A

United States - Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat di Haiti setelah peristiwa pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, yang membawa negara itu ke dalam krisis. Pertemuan direncanakan berlangsung pada Kamis, 8 Juli 2021.

Dilansir dari AFP, Kamis (8/7/2021), pertemuan darurat diminta oleh Amerika Serikat dan Meksiko, dan anggota tidak tetap Dewan. Pertemuan akan diadakan secara tertutup.

Presiden Jovenel Moise, tewas dibunuh dalam serangan di kediaman pribadinya pada Rabu (7/7) dini hari. Istrinya atau Ibu Negara Haiti, Martine Moise, juga dilaporkan terkena tembakan, namun berhasil selamat.

Atas peristiwa pembunuhan itu, Claude Joseph selaku PM interim Haiti, kini mengambil alih kepemimpinan sementara. Dia menuturkan bahwa Martine terkena tembakan hingga mengalami luka-luka saat sekelompok orang menyerbu kediaman kepresidenan Haiti pada dini hari, sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS) Bocchlt Edmond menyebut pelaku yang membunuh Presiden Jovenel Moise adalah tentara bayaran 'profesional'. Pelaku menyamar sebagai pasukan agen Drug Enforcement Administration AS.

"Itu adalah serangan yang diatur dengan baik dan itu adalah para profesional," kata Edmond kepada wartawan, seperti dilansir dari AFP, Kamis (8/7).

"Kami memiliki video dan kami yakin itu adalah tentara bayaran," tambahnya.

Dia mengatakan ibu negara, Martine Moise, yang terluka dalam serangan itu, akan pergi ke Miami untuk perawatan medis. "Saya dapat memberitahu Anda bahwa pengaturan yang diperlukan telah dibuat sejak pagi ini untuk memindahkannya ke rumah sakit Miami," ucapnya.

Edmond mengatakan penyelidikan sedang dilakukan terhadap keberadaan, motif, dan asal-usul para pembunuh. Dia menyebut pelaku yang terekam berbahasa Spanyol diduga telah meninggalkan Haiti menuju Republik Dominika, negara berbahasa Spanyol.

"Kami tidak tahu apakah mereka pergi," katanya.

"Jika mereka tidak berada di negara ini sekarang, hanya ada satu cara bagi mereka untuk pergi dan itu adalah melalui perbatasan karena tidak ada pesawat."[]

Sumber:Detikcom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...