Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Popularitas Startup Ini Melesat Selama 2020

Dok. WallexWallex, startup penyedia jasa pembayaran ke luar negeri, mengaku jumlah penggunanya selama 2020 meningkat drastis.
A A A

JAKARTA - Wallex, startup penyedia jasa pembayaran ke luar negeri, mengaku jumlah penggunanya selama 2020 meningkat drastis.

Jumlah transaksi yang terjadi selama 2020 meningkat empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Saat ini Wallex mengaku melayani ratusan perusahaan di Inodnesia, dan lebih dari setengahnya baru beralih ke startup asal Singapura itu pada 2020.

Mereka pun mengklaim punya pangsa pasar hampir 10% untuk pembayaran ke luar negeri yang diproses oleh lembaga keuangan non bank.

"Semakin banyak perusahaan di Indonesia mengadopsi solusi online kami sebab mereka ingin menghindari aktivitas pergi ke kantor cabang bank saat melakukan transaksi ke luar negeri," jelas Hiro Kiga, COO Wallex dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Selain itu, beragam bisnis kini menyadari bahwa mereka dapat menghemat waktu dan biaya dengan menggunakan Wallex untuk melakukan pembayaran online. Kami adalah segelintir solusi yang hadir sejak awal di Indonesia untuk membantu bisnis mengirim uang ke luar negeri secara online sepenuhnya. Kami juga menyediakan jumlah destinasi negara serta opsi mata uang asing yang jauh lebih banyak dibanding bank tradisional," tambahnya.

Saat ini, klien korporat dapat menggunakan platform online Wallex untuk mengkonversi Rupiah dan bertransaksi dalam 46 jenis mata uang ke 180 negara. Selain itu, startup teknologi tersebut menawarkan biaya flat yang memungkinkan para klien untuk menghemat setidaknya Rp 300.000 pada setiap transaksi, jika dibandingkan pembayaran lewat bank.

Menurut Hiro, para klien di Indonesia tertarik dengan Wallex karena hadirnya account manager yang membantu setiap klien menerapkan solusi keuangan dari awal hingga akhir.

"Salah satu layanan spesial dari Wallex adalah disediakannya account manager bagi setiap klien korporat. Kami mengambil langkah tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi klien-klien kami, mengingat mereka bisa meminta pertolongan dengan mudah, cukup melalui telepon atau WhatsApp," lanjut Hiro.

Dia menambahkan bahwa strategi Wallex telah membuahkan hasil karena para klien tidak saja setia pada Wallex selama bertahun-tahun, namun juga telah merekomendasikan Wallex ke perusahaan-perusahaan lainnya.

Selama pandemi, Wallex terus merambah ke klien-klien baru di industri-industri yang semakin mencuat, seperti distributor alat medis. Wallex berkomitmen tinggi pada pasar Indonesia, dan ini tercermin dari tim Wallex di mana 50 dari 70 staff global bekerja dari Indonesia.

"Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi di pasar Indonesia adalah rendahnya kesadaran di antara perusahaan-perusahaan domestik akan ragam manfaat yang ditawarkan oleh solusi pembayaran online tanpa bank untuk transaksi internasional. Strategi Wallex untuk melampaui rintangan tersebut adalah dengan selalu menjadi mitra handal yang memungkinkan para klien melampaui segala tantangan sepanjang proses transformasi digital mereka," tutup Hiro.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...